KOTABUMI (Lampost.co) -- Usai tahap verifikasi koperasi tidak aktif di 2018, Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (Dinka UMKMP) Kabupaten Lampung Utara menargetkan di 2019 koperasi di wilayah setempat menjadi koperasi mandiri dan tidak tergantung bantuan pemerintah dalam mengoperasionalkan badan usaha yang digeluti.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (Dinka UMKMP) Kabupaten Lampung Utara, Dina Prawita Rini, Jumat (18/5/2018) mengatakan usai verifikasi 73 unit koperasi tidak aktif atau telah mati suri di Lampura, terancam dibekukan sebagai implementasi program reformasi koperasi yang dibesut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) dan merupakan bagian dari reformasi total koperasi.



"Usai verifikasi, ditargetkan pada 2019 mendatang tidak ada lagi koperasi yang sekedar papan nama tanpa kejelasan usaha dari koperasi yang bersangkutan dan koperasi yang beroperasi merupakan koperasi aktif yang tumbuh mandiri tanpa mengandalkan bantuan pemerintah," ujarnya.

Fokus Pengemasan

Pengemasan menjadi fokus pengembangan produk industri usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lampung Utara dan upaya kreasi pengemasan produk akan terus di dorong melalui pelatihan.

Menurut Dina, dampak dari kurang diperhatikannya pengemasan produk UMKM yang ada, nilai jual produk yang dihasilkan pelaku usaha di pasaran menjadi kurang bersaing.

Ia mengatakan rata-rata kemasan produk pelaku UMKM di Lampura rata-rata  dilakukan secara sederhana dan asal-asalan. Secara tidak langsung, hal itu mempengaruhi nilai jual produk di pasaran.

"Kami berupaya mendorong industri-industri mikro kecil untuk memperbaiki kemasan produk yang dihasilkan baik kerajinan tangan seperti cinderamata atau hiasan, maupun produk olahan makanan baik kripik ataupun camilan," kata dia.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR