KOTABUMI (lampost.co) -- Pengembangan agrobisnis, khususnya pada sektor perkebunan, mesti menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebab, dari 602.727 jiwa jumlah penduduk di Lampung Utara diperkirakan sekitar 50 persennya menggantungkan sektor perkebunan sebagai mata pencarian pokok.
Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lampung Utara Sirajudin Taha, Senin (18/12), mengatakan 50% masyarakat Lampung Utara menggantungkan hidup dari sektor perkebunan dan merujuk data BPS, sekitar 70% dari luas wilayah Lampura, yakni 2.044,5 km2 atau sekitar 2.726 km2 merupakan areal lahan perkebunan.
"Sektor perkebunan masih menjadi mata pencarian utama bagi masyarakat Lampung Utara, karena itu pengembangan pada sektor tersebut untuk meningkatkan taraf hidup pekebun mesti menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah," ujarnya.
Selama ini, kata dia, pekebun hanya dilatih mengenai tata cara budi daya perkebunan yang lebih terfokus pada peningkatan produktivitas hasil panen. Sementara untuk prospek pengembangan agrobisnis, khususnya pengolahan hasil panen, menjadi komoditas setengah jadi atau barang jadi misalnya hasil panen kakao yang diolah petani kembali untuk difermentasi guna meningkatkan nilai jual biji kakao atau diolah menjadi bubuk cokelat ataupun produk turunan lainnya belum dilakukan.
"Mesti ada program dari dinas/instansi terkait yang secara intensif khusus melatih pekebun guna menambah keterampilan atau wawasan mereka (pekebun) dalam mengolah hasil komoditas perkebunan guna meningkatkan nilai jual komoditas tersebut di pasaran," kata Sirajudin.
Dia berharap dengan fokusnya perhatian pemerintah di sektor pekebun, juga akan mendorong peningkatan kesejahteraan bagi mereka sekaligus mendorong pengembangan industri-industri mikro, kecil, dan menengah (IMKM) berbasis agrobisnis di wilayah perdesaan dapat lebih berkembang. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR