LIWA (Lampost.co)--Guna pengentasan bagi 19 pekon tertinggal di Lampung Barat, Pemkab Lambar bersama Dinas PMPP dan terkait lainya, Rabu (12/6/2019), mulai melakukan pembahasan pemetaan rencana pembangunanya.
Rapat pemetaaan pembangunan 19 desa tertinggal itu dilaksanakan di aula Beppeda dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Okmal.

Okmal mengatakan rapat itu untuk membahas pemetaan rencana pembangunan untuk pengentasan 19 pekon yang masih tertinggal dengan target 2020 sudah tuntas.
Penangananya akan dilaksanakan secara bertahap dengan memprioritaskan pekon-pekon yang sudah memiliki nilai indeks per aspeknya yang mendekati ambang batas untuk keluar dari status ketertinggalanya.
Berdasarkan skor ketertinggalan ke-19 pekon itu maka rencana pengentasan 19 pekon akan dilaksanakan dalam 3 tahap.



Tahap pertama akan dilaksanakan untuk 6 pekon yaitu Pekon Sukamaju Kecamatan Lumbok Seminung. Pekon Batuapi (Pagardewa),Pekon Atarbawang (Belalau), Pekon Sukabanjar Hujungrembun (Lumbok Seminung),  Pekon Sukamulia (Pagardewa) dan Pekon Tembelang (Bandarnegeri Suoh).

Kemudian pada tahap II sebanyak 6 pekon yaitu Pekon Serungkuk (Belalau), Pekon Pagardewa (Pagardewa), Pekon Tigajaya (Sekincau), Pekon Bumijaya (Sukau), Pekon Lumbok Selatan (Lumbok Seminung) dan Pekon Kerang (Batubrak).
Lalu untuk tahap III sebanyak 7 pekon yaitu Pekon Tebaliokh (Batubrak l), Atarkwaw (Batuketulis), Fajaragung (Belalau), Sidorejo (Suoh), Sukamakmur (Belalau), Sumberrejo (Batuketulis), Pancurmas (Lumbok Seminung).

Upaya pengentasan pembangunan ke-19 pekon tertinggal itu akan dilakukan pada 2020 mendatang dengan target tuntas. Pembangunan untuk pengentasanya akan dilaksanakan melalui dana, baik yang bersumber dari dana desa maupun APBD. Pembangunan akan dilaksanakan pada kebutuhan yang bersifat mendasar.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR