LIWA (Lampost.co) -- Pemkab Lampung Barat kedepan akan fokus dan serius untuk memajukan pembangunan sarana infrastruktur di Pekon Rigisjaya, Kecamatan Airhitam.

Alasanya, karena pekon tersebut telah ditetapkan menjadi kawasan agrowisata berbasis kopi dengan tujuan untuk membangun dan  meningkatkan perekonomian masyarakat melalui agrowisata berbasis komoditas kopi.



Sekretaris Bappeda Lambar Agustanto Basmar, Minggu (13/5/2018), mengatakan ada berbagai hal yang menjadi pertimbangan Pemkab menetapkan kawasan itu sebagai agrowisata berbasis kopi. Pertama penghasilan masyarakat utamanya adalah kopi. Sementara pisang adalah tanaman sela yang juga membantu meningkatkan pendapatan. Hasil tanaman pisang pertahunya setara dengan 1,5 ton kopi dalam 1 hektare.

Karena itu, kata dia, untuk jalan yang kondisinya saat ini masih tanah tapi kedepan akan menjadi perhatian. Tapi khusus jalan, pihaknya akan melakukan pendataan terlebih dulu guna memastikan, apakah itu masuk jalan kabupaten atau jalan desa atau jalan lingkungan.

Sebab untuk jalan penghubung antar desa  akan menjadi perhatian Pemkab yang alokasinya ditetapkan melalui APBD. Kemudian jalan lingkungan atau jalan antar pemangku akan ditangggung melalui dana desa.

Namun dalam tahun ini pembangunan jalan menuju Pekon Rigisjaya belum ada anggaranya dan kedepan ini akan menjadi perhatian.

"Untuk jalan menuju Rigisjaya, Pemkab kedepan akan fokus dan serius menangani pengembangan dan pembangunanya karena pekon tersebut telah ditetapkan menjadi kawasan agrowisata berbasis kopi bagi Lambar," kata Agus.

Karena itu pembangunanya kedepan akan menjadi perhatian pemerintah. Untuk jalan penghubung desa akan ditangani melalui APBD sedangkan jalan penghubung antar pemangku atau lingkungan akan ditangani melalui dana desa.

"Untuk jalan yang menuju desa hingga ke areal agrowisata nantinya akan dibangun melalui APBD. Tapi kalau tahun ini pelaksanaanya belum dan kedepan akan difokuskan pembangunanya," kata dia.

Agus mengaku, belum dapat menjelaskan secara pasti tentang berapa panjang jalanya dsn berapa besar dana yang dibutuhkan untuk membangun jalan menuju kawasan agrowisata berbasis kopi di Pekon Rigisjaya itu. Akan tetapi kedepan pekon tersebut akan menjadi perhatian untuk mendukung dan mensukseskan program agrowisatanya.

Selain melalui APBD, kata dia, tahun ini kementerian PDT juga telah menawarkan sejumlah program kegiatan pembangunan untuk pekon Rigisjaya dalam mendukung pengembangan kawasan agrowisata itu. Total nilainya mencapai ratusan juta yang pelaksanaannya nanti akan diswakelolakan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR