INDONESIA Corruption Watch (ICW) mencatat pada 2014 ditemukan sedikitnya 59 anggota Dewan terpilih (DPR, DPRD, dan DPD) periode 2014—2019 yang tersangkut perkara korupsi. KPK sejak 2004—2017 bahkan telah memproses perkara korupsi terhadap 144 anggota legislatif pada tingkat pusat hingga daerah.

Jumlah tersebut meningkat karena pada 2018 Komisi Antirasuah baru saja menetapkan tersangka korupsi secara massal terhadap 38 anggota DPRD Sumatera Utara dan 19 anggota DPRD Kota Malang.



Dalam catatan daftar penindakan kasus korupsi oleh aparat penegak hukum sepanjang 2010—2018, ICW mencatat ada 242 kepala daerah menjadi tersangka korupsi. Bahkan, KPK sudah menindak delapan kepala sepanjang Januari—Februari 2018.

Kondisi itu tentunya sangat miris. Seorang pejabat yang diangkat rakyat ternyata tidak bisa menjalankan amanah yang dititipkan kepadanya.

Hal itu mengingatkan saya akan sebuah tayangan di salah satu televisi tentang seorang kakek yang memiliki pribadi yang layak dicontoh. Walau hanya berdagang sayuran, dia menjalankannya dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Setiap pembeli dilayaninya dengan sabar. Bahkan, tak sedikit pun amarah keluar dari sang kakek saat pembeli menjelek-jelekkan sayurannya.

Dia pun tak mau saat ada yang mengajak untuk melakukan sesuatu yang dianggapnya menyalahi aturan, baik aturan agama maupun pemerintah. Dia dengan keteguhan hatinya bertahan dengan apa yang diyakininya benar.

Sifat peduli terhadap sesama pun terpatri dalam jiwa sang kakek. Meski berada dalam kondisi serbakekurangan, sang kakek tetap berusaha membantu sesama yang kesulitan. Di saat ada pembeli yang ingin membeli dagangannya tapi tak punya uang, dia dengan sukarela dan keikhlasan memberikan barang jualan tanpa perlu dibayar.

Kakek mengungkapkan apa yang dilakukan semata-mata ingin mencari rida dari Sang Mahakuasa. Dia ingin sisa hidupnya diisi dengan perbuatan yang bisa menjadi bekalnya di akhirat nanti. Harus diakui sifat yang dimiliki sang kakek sulit ditemukan di zaman seperti sekarang ini. Justru sebaliknya, kini lebih banyak orang yang tidak lagi peduli sehingga lebih menghalalkan segala cara demi memuaskan nafsunya.

Apa yang dimiliki dan dilakukan sang kakek layak dicontoh, terutama oleh pemimpin dan calon pemimpin yang akan bertarung pada pilkada mendatang. Sifat dan sikap yang dimiliki sang kakek harus dimiliki seorang pemimpin dan calon pemimpin dengan kemakmuran masyarakat yang dipimpinnya.

Sikap tawakal, ikhlas, sabar, taat, tidak rakus, dan selalu berserah diri kepada Allah swt bisa menghindarkan diri dari perbuatan tidak terpuji seperti korupsi. Kita ingin para pemimpin dapat mengemban amanah sebaik-baiknya. Jika demikian, kita tidak perlu lagi melihat pemimpin-pemimpin yang terjerat dengan kasus korupsi yang sangat merugikan masyarakat luas. n

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR