PROVINSI Lampung dikenal sebagai Indonesia mini. Di provinsi ini, penduduk dari beragam suku dan agama hidup berdampingan. Meski memiliki karakter heterogen dan kaya keragaman, nyatanya masyarakat di provinsi ini mampu hidup rukun dan damai.

Meski demikian, masyarakat Lampung tetap harus waspada juga siaga menjaga situasi tetap kondusif. Terlebih pada 17 April mendatang bangsa ini Lampung akan menyelenggarakan hajatan politik yakni Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.



Jangan sampai momen penting yang menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan rusak dan direcoki pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Kepolisian Daerah (Polda) Lampung pun telah menetapkan enam kabupaten di Bumi Ruwa Jurai memiliki kerawanan pemilu.

Enam kabupaten rawan pemilu tersebut, yakni Mesuji, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat. Penetapan enam kabupaten memiliki kerawanan pemilu tersebut merupakan hasil evaluasi intelijen di lapangan.

Polda Lampung menyatakan enam kabupaten tersebut dinyatakan masuk daerah rawan pemilu mendominasi jumlah TPS rawan. Berdasar pada data kepolisian, terdapat 310 TPS rawan dan 108 TPS sangat rawan dari 26.265 jumlah TPS yang ada di Lampung.

Beberapa faktor yang menentukan kerawanan, yakni terorisme, konflik sosial dan kasus kriminalitas. Untuk mengantisipasi kerawanan pemilu, aparat keamanan baik Polri maupun TNI mulai menyiapkan langkah  preemptive, preventif, hingga represif.

Pergeseran pasukan pun dilakukan dengan bawah kendali operasi (BKO) Polres dalam rangka pengamanan (pam) TPS 2019. Jumlah personel yang diturunkan mengamankan pemilu sebanyak 1.948 personel Polda Lampung, 6.692 personel Polres/polresta jajaran Polda Lampung.

Tidak hanya dari kepolisian. Agar situasi aman dan terkendali, 1.465 personel Korem 043/Gatam dan jajaran, 25 personel Lanal Lampung, 315 personel Brigif 4 Marinir/BS, 25 personel Lanud Pangeran M Bun Yamin, serta 52.530 Linmas juga dikerahkan.

Pemetaan daerah rawan oleh kepolisian itu harus menjadi isyarat agar para penyelenggara, seperti Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum di Lampung, bekerja lebih ekstra menegakkan rambu aturan yang telah ada.

Meski aparat keamanan telah siap dan siaga mengamankan pemilu, patut kita ingatkan pula bahwa pesta demokrasi ini adalah hajat kita semua. Sebab itu, sudah sewajarnya jika semua pihak termasuk masyarakat berperan aktif mengamankan pemilu.

Masyarakat Lampung tentu tidak ingin daerahnya tercoreng sebagai wilayah tidak aman. Polda boleh saja memetakan enam daerah di Lampung rawan pemilu. Meski demikian, masyarakat di Lampung, terutama di daerah rawan, juga harus mawas diri.

Tidak hanya penyelenggara, para elite politik, mereka yang bertarung, serta para pendukungnya harus berpolitik santun dengan kepala dingin. Jangan sampai kerawanan benar-benar menjadi petaka karena kelengahan kita sendiri.

Dalam demokrasi pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Semua pihak harus terbuka, yang menang jangan jemawa dan yang kalah harus legawa. Inilah pekerjaan rumah para elite dan partai di Lampung memberi pendidikan politik yang santun.

Lampung telah berkali-kali menggelar hajatan politik. Meski berkali-kali dipetakan sebagai wilayah rawan, nyatanya provinsi ini tetap kondusif dan jauh dari kekisruhan. Rekam jejak positif itulah yang harus kita kawal dan jaga bersama. 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR