KOTABUMI(Lampost.co): Para pemilik warung makan dan restoran di Lampung Utara mengeluhkan adanya kenaikan harga beras yang terjadi di daerah tersebut.

Kenaikan bahan kebutuhan pokok itu telah terjadi sejak akhir 2017. Hingga saat ini, harganya terus meroket dan mencapai Rp13 ribu/kg untuk kualitas bagus.



Menurut Uda Mur (60), Pemilik Warung Padang di Pasar Sentral Kotabumi, Kamis (11/1/2018), kenaikan beras sudah terjadi sebelum perayaan Natal 2017 dan berlangsung hingga kini. "Kenaikan harga beras ini sangat memberatkan kami pemilik warung makan. Kami tidak akan menaikan harga makanan, karena takut pembeli tidak belanja di tempat kami," kata Mur.

Ia menjelaskan beras merek BK kualitas sedang sebelumnya dibeli dalam satu karung ukuran 10 kg seharga Rp97 ribu. Namun, kini harganya menjadi Rp110 ribu/10kg. "kenaikan bahan pokok beras terjadi mulai menyambut perayaan Natal 2017 dan sampai saat ini belum juga turun,” ujarnya.

Hal sama dikatakan Amir (45), pemilik restoran di jalan Soekarno-Hatta Kotabumi. "Untuk mengatasi adanya kenaikan tersebut, saya terpaksa mengurangi nasi yang hendak dijual dan harga tidak dinaikan karena takut pelangan tidak mau beli,” kata Amir.

Edi (50), pedagang beras di Pasar Sentral Kotabumi mengaku harga beras di pasaran hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan menurun. Untuk harga beras kualitas biasa dijual seharga Rp10 ribu/kg dari sebelumnya Rp 8 ribu/kg. Kemudian, beras kualitas sedang Rp11 ribu/kg dari sebelumnya Rp 10 ribu/kg. Sedangkan beras kualitas bagus dari Rp 12 ribu/kg menjadi Rp13 ribu/kg.

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR