LIWA (lampost.co) -- Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat, Kamis (7/12)/2017, menggelar pelatihan penggunaan jaringan website pupuk bersubsidi bagi para pemilik kios penyalur pupuk bersubsidi di wilayah itu.
Kegiatan pelatihan itu berlangsung di aula dinas setempat dan dibuka Kabid Hortikultura Nana Sukmana mewakili Kadis Noviardi.
Menurut Nana, pelatihan pemanfaatan jaringan (website) dan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi ini adalah untuk menindaklanjuti sosialisasi yang telah dilaksanakan kepada para kelompok tani dan pengecer. "Rencana pelaksanaan penyaluran pupuk bersubsidi melalui sistem online bagi Lambar ini merupakan yang pertama untuk Lampung," kata dia.
Dia menambahkan pelatihan penggunaan jaringan website penyaluran pupuk bersubsidi secara online ini sebagai persiapan untuk pelaksanaan yang ditargetkan pada 2018 telah berjalan.
Di sisi lain, pupuk bersubsidi untuk Lambar pada 4 Desember lalu kembali mengalami realokasi, dengan Lambar mendapat tambahan jatah pupuk bersubsidi cukup banyak yang disebabkan daya penyerapan tinggi.
Kasi yang membidangi pupuk, Falent, mengatakan alokasi pupuk bersubsidi Lambar untuk Urea yakni mengalami tambahan sebanyak 938 ton sehingga total alokasi 2017 mencapai 12.025 ton dengan kondisi sisa alokasi saat ini mencapai 1.192 ton. Di sisi lain, ZA mengalami penurunan dari 1.388 ton menjadi 1.348 ton. Sebaliknya alokasi SP36 bertambah sebanyak 29 ton menjadi 2.014 ton.
Sementara NPK bertambah sebanyak 500 ton menjadi 8.660 ton dari alokasi awal 8.160 ton. Kemudian, pupuk organik berkurang sebanyak 179 ton dari alokasi awal 478 ton. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR