PRINGSEWU (Lampost.co): Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Pemkab Pringsewu mengaku telah mengusulkan pemilihan kepala pekon (desa) serentak pada November 2019, tetapi masih menunggu instruksi bupati. Hal itu disampaikan Kabag Tapem Pemkab Pringsewu Heriyadi Indera, saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (15/5/2019).

Menurutnya pilkakon serentak di Pringsewu sudah di laksanakan dua kali  yaitu tahun 2016 dan tahun 2018. Kemudian berdasar pengelompokan masa jabatan kepala pekon, ternyata tidak ada kepala pekon yang berakhir di tahun 2020, sehingga pilkakon serentak dapat dilaksanakan di 2019.



Menurut Heriyadi, saat ini Pemkab Pringsewu belum memiliki anggaran APBD murni dalam melakukan pelaksanakan pilkakon serentak. "Dengan dasar itulah Tapem berinisiatif mengusulkan pilkakon dilaksanakan di November 2019. Karena sesuai kalender anggaran sudah ada APBD perubahan," ungkapnya.

Tetapi, lanjut dia, sekali lagi semua keputusan ada pada bupati. "Kalu bupati memerintahkan laksanakan ya akan di laksanakan," kata dia.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR