LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 12 October
6073
Kategori Lampung
LAMPUNG POST | Pemilihan Duta Museum Ramaikan Peringatan Hari Museum Indonesia
Dua orang finalis Duta museum Lampung, Rini dan Yuniar saat malam grand final duta Museum Lampung Kamis (12/10/2017). Lampost.co/Firman Luqmanulhakim

Pemilihan Duta Museum Ramaikan Peringatan Hari Museum Indonesia

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Perayaan peringatan Hari Museum Indonesia yang jatuh pada 12 Oktober 2017, untuk tingkat Provinsi Lampung dipusatkan di Museum Lampung Jalan ZA Pagar Alam No.64,  Bandar Lampung Kamis malam (12/10/2017).
Acara dimeriahkan dengan ajang pemilihan duta museum yang diselenggarakan Museum Lampung di bawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung.
Ketua Pelaksana kegiatan, Zubaidah berharap dengan kegiatan ini dapat terus mendorong minat masyarakat memahami dan melanjutkan museum sebagai sumber belajar sejarah dan kebudayaan. "Khususnya di kalangan anak muda," kata dia.
Sebelumnya, Museum Lampung juga menggelar lomba cerdas cermat kebudayaan dan kemuseuman tingkat SMP sebagai salah satu rangkaian acara. Lomba yang digelar pada bulan Juli 2017 tersebut menghasilkan juara SMPN 22 Bandar Lampung. "Kemudian di tingkat nasional, SMPN 22 mampu meraih juara harapan 1 se-Indonesia yang diselenggarakan Museum Nasional Jakarta," imbuhnya.
Sementara itu, tahapan pemilihan duta museum digelar sejak 9 Oktober 2017 diperuntukkan generasi muda usia18-24 tahun. "Terpilih 12 finalis setelah melalui berbagai tes dan penilaian dewan juri. Terdiri dari berbagai profesi seperti mahasiswa, karyawan, karyawati BUMD,  BUMN se-Provinsi Lampung," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Hery Suliyanto mengatakan museum sebagai sumber rujukan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Lampung harus terus dilestarikan. "Kearifan lokal yang dimiliki museum sebagai modal sosial pembangunan daerah.  Tumbuhnya rasa cinta budaya sendiri toleransi dan menghargai perbedaan," ujarnya.
Mantan Kadisdikbud Provinsi Lampung ini juga mengatakan kearifan lokal museum dapat menjadi bagian solusi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia juga berpesan kepada pemenang duta museum agar terus menunjukkan kemampuannya. Duta museum ini merupakan pergelaran ketiga yang digelar rutin setiap tahun. Ia mengatakan menjadi seorang duta museum berbeda dari duta-duta yang lain. "Saya ingin berpesan. Kepada finalis menunjukkan kemampuan dan prestasi terbaiknya.  Yang terpilih nanti adalah duta bagi provinsi Lampung," tutupnya.
Salah satu finalis duta Museum Lampung, yang juga mahasiswi Universitas Lampung (Unila), Rini (18) mengatakan jika terpilih menjadi duta museum, ia akan mendedikasikan waktunya untuk menginsipirasi pemuda datang ke museum.  Seharusnya hal ini menjadi motivasi masyarakat untuk mengunjungi museum karena aksesnya yang lebih mudah. "Saya pribadi berharap khususnya pemuda-pemudi Lampung mau berkunjung ke museum, karena koleksi barang-barang yang ada di museum bukan hanya sekadar pajangan, melainkan masing-masing benda punya sejarah dan cerita.  Sayang ingin bisa menjadi inspirasi pemuda dan pemudi lain datang ke museum untuk belajar bersama tentang sejarah. Karena sejarah kalau ditinggalkan, bangsa kita bisa hancur," ujarnya. 
Peserta lainnya, Yuniar (19), mengatakan ia akan memperdalam pengetahuan kebudayaan Lampung untuk dibagikan kepada rekan-rekannya.  "Saya terus belajar apa saja kebudayaan Lampung. semakin banyak tahu yang di dalamnya terdapat kesenian, cagar budaya, hingga pariwisata. Setelah tahu, semua ilmu yang saya tahu akan saya bagikan kepada orang terdekat saya dan keluarga," ujarnya. 
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Museum Nasional Siswanto, Kadisdikbud  Lampung  Sulpakar dan jajaran pejabat di lingkungan Pemprov Lampung.

LAMPUNG POST

BAGIKAN

TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv