BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kasubid Imunisasi Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementrian Kesehatan Endah Sulastina menuturkan pemberian vaksin atau imunisasi tambahan dilakukan secara massal sebagai upaya untuk memutus transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan- 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya, sehingga sifatnya wajib.

Dia menyebutkan bahwa vaksin mr telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan Komite Penasehat Ahli Imunisasi Indonesia (ITAGI).



Endah menjelaskan vaksin MR mengandung virus hidup yang dilemahkan (live attenuated), berupa serbui kering dengan pelarut, yang dapat digunakan sampai enam jam setelah dilarutman selama tetap disimpan di suhu 2-8 derajat celcius.

Kemasan vaksin MR sebanyak 10 dosis per vial, setiap dosis mengandung 1000 CCID50 virus campak, dan 1000 CCID virus rubella.

Dia menegaskan bahwa, vaksin MR yang digunakan untuk imunisasi campak dan rubella efektif dan aman, " Vaksin MR satu-satunya vaksin yang telah mendapat rekomendasi badan kesehatan dunia, dan sudah digunakan di 140 negara untuk imunisasi campak dan rubella," kata Endah kepada Lampost. co.

Pemerintah memastikan bahwa vaksin MR 100% halal digunakan, karena dalam produksi vaksin measles untuk campak dikembangkan pada embrio ayam dan vaksin rubella dikembangkan stem cell atau sel panca.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR