BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Istri korban kasus pembunuhan di Lampung Tengah tidak terima atas tuntutan rendah yang diberikan jaksa penuntut umum terhadap dua terdakwa atas nama Yusuf Sukarji (61) dan Gidion Dwi Kurniawan (30) warga Dusun II Kebagusan Kampung Bumi Ratu, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, yang dinilai sangat rendah, Kamis (28/2/2019).

Kedua terdakwa yang merupakan bapak dan anak menghabisi nyawa korban atas nama Alwi. Minggu lalu jaksa menuntut umum menuntut Yusuf Sukrji dengan hukuman kurungan penjara selama lima tahun. Sedangkan anaknya, Gidion Dwi Kurniawan dituntut dua tahun enam bulan penjara.



Usai sidang Duplik yang dibacakan Jaksa, Esmahani, istri korban mengatakan, sangat tidak terima atas tuntutan yang begitu rendah diberikan Jaksa. " Tidak terima saya karena terlalu rendah menurut saya, seharusnya lebih tinggi dari itu, ya 15 tahun lah supaya sesuai," kata istri korban.

Jaksa, kata dia, semestinya mempertimbangkan perbuatan yang dilakukan terdakwa yang telah menghilangkan nyawa suaminya. "Saya tidak minta nyawa dibayar nyawa, tapi tolong hukumanya jangan seperti itu, setidaknya lebih dari 10 tahun," katanya.

Jika dilihat dari tuntutan begitu rendah yang diberikan jaksa, menurut dia dimana letak keadilan dinegeri ini, " bagi saya tidak adil tuntutan seperti itu, harapan saya sama hakim diberi lah hukuman kepada mereka yang adil minimal 15 tahun," katanya.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa, kata Esmahani, telah menghilangkan nyawa suaminya, dia sangat berharap Hakim memberi putusan yang seadil-adilnya.
Dua terdakwa sebelumnya dituntut berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum, terdakwa Yusuf Sukarji dituntut hukuman kurungan penjara selama lima tahun. Sedangkan anaknya, Gidion Dwi Kurniawan dituntut dua tahun enam bulan penjara. Dua terdakwa dinilai terbukti bersalah melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) KUHP.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR