BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Ali Imron, pelaku pembunuhan Indra yang merupakan juru tagih atau debt collector dengan pidana penjara selama 13 tahun penjara, Selasa (15/5/2018).

Hakim Ketua Hasmy di persidangan mengatakan, terdakwa secara sah terbukti bersalah melakukan tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain, berdasarkan keterangan saksi-saksi, alat bukti yang dihadirkan dan keterangan terdakwa bahwa benar terdakwa melakukan pembunuhan terhadap korban Indra Yana.



"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan dengan pidana penjara selama 13 tahun, dikurangi masa hukuman yang telah dijalaninya dengan perintah terdakwa tetap dilakukan penahanan," kata Hasmy.

Berdasarkan fakta hukum, bahwa korban bertemu dengan terdakwa bersama istrinya di Durian Payung, pada saat itu korban hendak melakukan penarikan kendaraan bermotor terdakwa karena kredit macet, pada saat itu terjadi penusukan yang dilakukan terdakwa hingga menghilangkan nyawa korban Indra Yana.

Atas putusan tersebut terdakwa, penasehat hukum dan Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir. Pantauan Lampost.co, aparat kepolisian bersenjata lengkap mengawal terdakwa hingga usai proses persidangan.

Sementara itu Ibu korban, Nurhayati di luar persidangan mengaku tidak terima atas putusan rendah yang diberikan majelis terhadap pelaku yang telah membunuh anaknya.

"Saya tidak terima itu terlalu rendah putusanya menurut saya, anak saya sudah mati, saya maunya dia dihukum 20 tahun penjara," kata dia.

 

PENULIS

Febi Herumanika

TAGS


KOMENTAR