BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Dendam menjadi alasan dua pelaku kakak beradik menganiaya Leo Adya Winata (39) warga Pangkalan Kasau, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, hingga tewas pada Selasa (17/4/2018) di sebuah kontrakan di Pidada, Panjang.

Korban diduga memiliki hubungan asmara dengan ibu kedua pelaku berstatus Kaka beradik yakni, DS (27) dan MA (24). Selain itu, korban yang baru dua bulan tinggal di Panjang karena bekerja sebagai buruh toko material, sering memeras ibu pelaku yang bernama Nuraini.
"Saya kesel, dia emang kenal sama ibu saya, tapi dia sering meras ke ibu saya," ujar MA kepada Lampost.co di Mapolresta Bandar Lampung, Rabu (18/4/2018).
Ketika beraksi, MA meminta didampingi kakakknya DS. MA datang ke kontrakan korban karena mengetahui sang ibu ada di dalam. MA yang mengantongi pisau itu cekcok mulutdengan korban, dan MA sempat mendapat pukulan dari korban, lalu dibalas dengan tusukan sebanyak 4 kali sampai mengalami luka berat, dan ketika keluar dari kontrakan, sebilah balok yang ditemukan pelaku digunakan untuk menghajar korban.
"Awalnya saya samperin, ia mukul saya, terus saya tusuk perutnya empat kali," katanya.
Sementara Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Murbani Budi Pitono mengatakan, masih mendalami motif para pelaku, dan apakah ada unsur pembubuhan berencana. Olah TKP dan Reka adegan akan dilakukan, serta  pemeriksa sejumlah saksi agar perkara tersebut bisa jelas. Masing-masing peran pelaku akan segera direkonstruksi.
"Untuk ke situ (red pasal 340 pembunuhan berencana), masih kita sidik. Motif sementara karena korban mengganggu ketentraman keluarga pelaku," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR