LIWA (lampost.co) --  Minat masyarakat Lampung Barat mengurus akta meningkat, baik akta kelahiran, perkawinan, maupun kematian.
Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lampung Barat Gusti Putriana, Kamis (28/12)/2017, menjelaskan tahun ini jumlah masyarakat yang membuat akta meningkat drastis dibanding dengan tahun lalu.
Untuk akta kelahiran, kata dia, hingga 28 Desember pembuatan akta kelahiran telah mencapai 92,02% atau sebanyak 93.132 warga dari jumlah anak usia 0—18 tahun sebanyak 101.212 jiwa.
"Pencapaian pembuatan akta kelahiran di Lambar yang jumlahnya mencapai 92,02% dari jumlah penduduk usia 0—18 tahun tersebut telah melampaui target dengan secara nasional target ditetapkan yaitu 85% dari jumlah penduduk 0—18 tahun," kata Gusti.
Pencapaian tersebut dilakukan selain di kantor juga melalui upaya pelayanan secara keliling ke kecamatan-kecamatan, baik secara terjadwal maupun berdasarkan permintaan masyarakat secara kolektif. "Kami melakukan pelayanan secara jemput bola ke masyarakat," kata dia.
Sementara jumlah penduduk usia 0—18 tahun yang belum memiliki akta kelahiran berdasarkan data, kata dia, hingga saat ini jumlahnya masih mencapai 8.080 jiwa atau sekitar 7,98% dari total penduduk 0—18 tahun sebanyak 101.212 jiwa. Di sisi lain, peningkatan pembuatan akta juga terjadi pada pembuatan akta perkawinan.
Tahun ini jumlah warga nonmuslim yang mengurus akta perkawinan mencapai 135 pasang akta perkawinan, sementara tahun lalu hanya mencapai 85 pasang akta saja.
Kemudian, jumlah akta kematian, kata dia, juga terjadi peningkatan. Pada tahun ini jumlah kematian yang dilaporkan mencapai 938 orang. Dari jumlah itu sebanyak 687 di antaranya dilakukan kepengurusan akta kematian.
Sementara tahun lalu, dari 428 kematian yang dilaporkan hanya 196 keluarga selaku ahli waris yang melakukan kepengurusan akta kematiannya. Dilihat dari data tersebut, baik kepengurusan akta kelahiran, akta perkawinan, maupun akta kematian, dapat dipastikan tahun ini ada terjadi peningkatan pembuatan ketiga jenis akta tersebut.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR