BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pengamat pendidikan Universitas Lampung, Undang Rosidin mengatakan pemberian pekerjaan rumah atau PR kepada peserta didik dibolehkan, tetapi tenaga pendidik harus mempunyai program agar peserta didik memberikan kontribusi pada pengerjaan PR.

Menurut dia, pemberian PR tidak semata-mata memberikan tugas tambahan pembelajaran di luar sekolah, namun dapat memperkuat serta memperbaiki kompetensi peserta didik dalam memperoleh ilmu pendidikan.



“Sering kita dengar guru dalam memberikan PR sesuka hatinya tanpa memperhatikan hasil PR yang dilakukan siswa. Lebih parahnya siswa yang diberikan PR tidak dikoreksi lagi oleh gurunya, itu yang tidak dibolehkan,” ujar dia kepada Lampost.co, Selasa (31/7/2018).

Ia meminta kepada tenaga pendidik dalam pemberian PR jangan sampai membebani peserta didik terlebih di luar nalar kemampuan. Bila itu terjadi maka menurutnya peserta didik tidak mampu memberikan umpan balik terhadap tugasnya.

“Saya sependapat bahwa PR masih dibolehkan diberikan kepada siswa, tetapi jangan sampai membebani, apalagi dalam pengerjaan PR melibatkan anggota keluarga seperti bapak, ibu, dan kakanya. Ini tentu tidak baik,” kata dia.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR