Pemberantasan korupsi akan efektif apabila pemimpin puncaknya berintegritas, bukan bagian pemburu rente, dan berani melawan kekuatan oligarki ekonomi-politik.

Jokowi memiliki rekam jejak sebagai pemimpin yang berintegritas. Pada 2010, saat menjadi wali Kota Solo, Jokowi mendapatkan Bung Hatta Anti Corruption Award. Upaya pencegahan korupsi dilanjutkan saat menjadi Gubernur DKI Jakarta dengan e-budgeting.



Jokowi adalah pemimpin berani melawan kekuatan pemburu rente dan oligarki ekonomi-politik yang merupakan warisan rezim Orde Baru. Sehingga Jokowi tidak ada beban untuk membubarkan Petral. Hal ini akan sulit dilakukan oleh Prabowo-Sandi karena banyak konflik kepentingan dengan sisa kekuatan oligarki Orde Baru, seperti keluarga Cendana yang mendukung pasangan calon 02 atau mengembalikan pada era Orde Baru.

Jokowi juga tidak punya beban terkait dengan konflik kepentingan terkait bisnis keluarga? Sebaliknya sulit membayangkan akan tidak ada konflik kepentingan terkait bisnis keluarga Prabowo dan juga Sandi.

Jadi, efektivitas pemberantasan korupsi akan tergantung pada puncuk pimpinannya dalam hal ini Presiden. Jika pemimpinnya bersih, berintegritas, dan berani, ada harapan terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebaliknya, kalau rekam jejaknya meragukan dengan sarat beban konflik kepentingan, memiliki jalinan dengan kekuatan oligarki masa lalu dan dikelilingi para pemburu rente, sebab itu sama saja menawarkan janji palsu.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR