MAMUJU (Lampost.co)--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat pada 2019 ini akan terus mendorong pembentukan desa tangguh bencana (destana) di seluruh kabupaten di daerah itu.

"Memang sempat mengalami kendala akibat minimnya anggaran sehingga sampai saat ini baru di Kabupaten Mamuju yang sudah ada desa tangguh bencana," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulbar Darno Madjid di Mamuju, Kamis (3/1/2019).



"Tahun ini (2019) kami akan mulai mendorong agar bisa semakin banyak terbentuk desa tangguh bencana, bukan hanya di Mamuju melainkan kami juga harapkan di kabupaten lainnya di Sulbar," ujarnya.

BPBD Sulbar, kata dia, juga terus memberikan pemahaman kepada masyarakat di daerah itu agar dapat tanggap ketika terjadi bencana.

Sebab, menurut dia, penanganan dan penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, mellainkan juga masyarakat.

Ia menyatakan wilayah Sulbar yang memiliki banyak sungai sangat rentan terjadi longsor, khususnya di wilayah Kabupaten Mamasa dan Majene.

Untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan jika terjadi bencana, ujarnya, BPBD Sulbar juga terus memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana.

Selain longsor, kata dia, wilayah Sulbar juga rawan dilanda banjir serta gempa bumi. "Bencana bisa terjadi kapan saja sehingga diperlukan langkah-langkah antisipasi, sebab belum ada satu teknologi pun yang bisa memastikan waktu terjadinya bencana, begitu juga dengan gempa. Jadi, mitigasi bencana sangat penting agar masyarakat sudah siap jika sekiranya terjadi bencana," kata Darno Madjid.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR