JAKARTA (Lampost.co)-- Rektor Universitas Atmajaya Jakarta Dr Agustinus Prasetyantoko mengatakan meski pembelajaran dalam jaringan (daring) sedang tren namun pembelajaran di kelas tetap dibutuhkan.

"Pembelajaran di kelas tetap dibutuhkan, meskipun sekarang pembelajaran online sedang naik daun. Karena pembelajaran melalui tatap muka lebih kaya dan bisa berinteraksi secara langsung sebagai manusia," ujar Agustinus di Jakarta, Jumat (7/12/2018.



Dia membandingkan dengan lembaga perbankan, yang mana sejak krisis pada 2008 kepercayaan masyarakat akan perbankan semakin berkurang dan banyak
beralih ke lembaga jasa keuangan lainnya. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu lembaga perbankan masih dibutuhkan dan dipercayai.

"Pendidikan juga seperti itu, saat ini terjadi disrupsi. Tetapi perubahan situasi ini akan mencapai pada titik ekuilibriumnya," tambah dia.

Di luar negeri, kata dia, mahasiswa tetap didorong untuk kembali ke kelas karena lebih banyak interaksi dengan sesama teman dan orang juga
rindu berada di kelas.

Di Amerika Serikat misalnya, para dosen tidak lagi menggunakan bantuan komputer dalam presentasi, karena akan membuat orang terpaku pada layar.

Sehingga didorong agar lebih banyak interaksi antara dosen dan mahasiswa. "Kuliah online perlu diperbanyak, tapi kuliah di kelas juga perlu
diperbanyak. Harus seimbang, karena banyak hal yang bisa dipelajari di kelas," tambah dia.

Menurut dia, pada era revolusi industri 4.0 yang paling penting ada dua hal yakni konten dan bagaimana cara penyampaiannya.

Pihak Atmajaya mengembangkan pendidikan daring dengan berbasiskan aplikasi, sehingga mahasiswa bisa mengakses perkuliahan melalui
daring.

Ke depan, dia memperkirakan para generasi muda lebih banyak bergerak di industri kreatif. Untuk itu, perguruan tinggi perlu menyediakan fasilitas generasi muda untuk berkreasi.
 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR