BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pembebasan lahan yang terkena pembangunan jalan tol trans-Sumatera (JTTS) Bakuheni—Pematangpanggang terus dikebut. Pembebasan termasuk terhadap seluruh aset milik Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Lampung dan kabupaten/kota untuk direlokasi.
Secara khusus, terdapat tiga lahan milik masyarakat dan lima aset pemerintah yang kini tengah menjadi fokus untuk segera diselesaikan, yaitu makam Desa Gunungbaru, permakaman umum Kampung Sidokarto, Kabupaten Pesawaran, dan masjid di Kampung Terbanggibesar, Lampung Tengah.
Sementara aset pemerintah, yakni SMK Negeri 1 Tegineneng, tanah instansi Kampung Sidokerto, aset Pemprov Dinas Pertanian, aset Dinas Perikanan, dan milik Dinas Peternakan di Kampung Terbanggibesar, Lampung Tengah.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Adeham menjelaskan pekerjaan JTTS itu harus dapat segera diselesaikan dengan percepatan. Sebab, proyek tersebut ditargetkan rampung pada Juni 2018 untuk perlintasan presiden RI yang hendak menuju Palembang pada pembukaan Asian Games.
Selain itu, tim percepatan proyek JTTS tengah berupaya membebaskan delapan lahan dari masyarakat dan pemda. Pertama adalah SMKN 1 Tegineneng, Pesawaran, yang memiliki nilai Rp1,79 miliar dan kini dilakukan pemindahan lokasi bangunan.
"Untuk SMK ini sekarang sedang diajukan sertifikat dan kami juga minta pelepasan hak di lokasi bangunan yang lama. Lalu ada juga milik warga permakaman Desa Gunungbaru dan di Kampung Sidokerto sudah mengajukan pembayaran, dan masjid Kampung Terbanggibesar direlokasi," kata Adeham dalam rapat JTTS di Hotel Grand Anugrah, Jumat (29/9/2017).

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR