BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Pembebasan lahan jalan tol trans-Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni—Terbanggibesar tinggal menyisakan 214 bidang tanah lagi. Itu merupakan pekerjaan itu yang ditangani PT Waskita Karya dari tujuh kecamatan di Lampung Selatan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari PT Waskita Karya, terdapat 2.586 bidang dari 2.800 lahan yang telah dibebaskan. Artinya, tersisa 214 bidang dari tujuh kecamatan di Lampung Selatan, yaitu Sidomulyo, Candipuro, Ketibung, Way Sulan, Merbaumataram, Tanjungbintang, dan Jalan Akses Sidomulyo.
Sekretaris Provinsi Lampung Sutono menjelaskan permasalahan terbesar yang dihadapi panitia kegiatan adalah keluhan masyarakat yang tidak setuju dan cocok dengan penawaran uang ganti rugi. Akibatnya, penghalangan pekerjaan pun turut dilakukan warga dengan menanamkan pohon pisang di tengah lahan yang akan di-rigid.
"Pembebasan lahan JTTS sudah disepakati secara nasional. Kalau terjadi ketidakcocokan, maka melalui dikonsinyasi, yaitu penggantirugian di pengadilan. Dengan sistem ini jalan tol tetap bisa di bangun. Masyarakat boleh saja tidak setuju lahannya digunakan jadi jalan tol, tetapi itu urusannya di pengadilan," kata Sutono di Pemprov, kemarin. 
Menurutnya, dengan adanya penghalangan pekerjaan yang dilakukan masyarakat, aparat kepolisian bisa turun tangan guna kelancaran pekerjaan. "Kalau menghalang-halangi, sudah ada perintah menteri dengan jelas agar aparat membantu dan kalau harga tidak cocok urusannya di pengadilan," ujarnya.
Dia melanjutkan permasalahan pembebasan lahan secara umum terdapat pada masyarakat. Sebab, penyelesaiannya yang berbelit-belit. Meskipun demikian, proyek strategis nasional itu diyakini dapat tetap diselesaikan pada Juni 2018.
"Kami tetap optimistis, jalan tol ini bisa selesaikan tahun depan. Bahkan 15 Desember nanti sesi 1, Bakauheni sepanjang 8,5 km dan di Sabahbalau, Lampung Selatan, sepanjang 5 km akan diresmikan langsung oleh presiden," kata dia.
Dua ruas JTTS sepanjang 5 km yang berada di Bakauheni dan Sabahbalau, Lampung Selatan, direncanakan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 15 Desember mendatang. Namun, penyelesaian jalan tol sepanjang 252 km tersebut masih menghadapi kendala pembebasan lahan.
Dari 8% pembebasan yang tersisa, masih terdapat 2% yang belum diproses, sementara 6% lainnya terus diupayakan untuk dilakukan ganti rugi. "Kendala kami masih pembebasan lahan. Di pengadilan juga masih berlarut-larut dan belum selesai. Begitu pula untuk sektor Terbanggibesar, Pematangpanggang, pembebasan lahannya masih terganjal yang sebagian besar milik perusahaan sawit dan nanas. Namun, kami tetap optimistis bisa menyelesaikannya sesuai target pada Juni 2018," ujar administrasi kontrol PT Waskita Karya TBK, Ridwan Abduh.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR