KRUI (Lampost.co) -- Pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) di kabupaten Pesisir Barat yang telah dianggarkan dananya oleh pemerintah pusat 2017 tidak terwujud, lantaran tidak adanya lahan atau lokasi untuk pembangunan sekolah tersebut.

Hal itu dibenarkan oleh pihak dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Pesisir Barat, saat dikonfirmasi Lampost.co, beberapa waktu lalu.  



Pihak disdikbud mengatakan kewenangan menyediakan lahan untuk SLB ada di bagian tata pemerintahan (Tapem) sekretariat pemkab Pesisir Barat, dan kalaupun pembangunan sekolah itu tidak terwujud ditahun 2017 lalu lebih kepada akibat ketidakmampuan menyediakan lahan yang merupakan tugas dari Tapem, dan bukan disdikbud. 

Dikonfirmasi kabag Tapem sekretariat pemkab Pesisir Barat Edwin Kastolani mengatakan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui dan mendapat informasi adanya dana anggaran dari pemerintah pusat untuk membangun SLB di kabupaten itu. 

"Terkait lahan, kami di Tapem prinsipnya kaitan dengan pengadaan tanah, apabila ada perintah dari pimpinan, sebenarnya dinas (disdikbud) mengusulkan pengadaan tanah kepada bupati. Kemudian bupati memerintahkan kepada kami. Setahu saya di tahun 2017 kami tidak pernah menerima atau masuk usulan tentang pengadaan tanah untuk SLB," kata Edwin, saat dihubungi Lampost.co, Kamis (31/5/2018). 

Menurutnya, kalaupun akan ada pembangunan SLB, maka usulan lokasi atau lahan yang akan digunakan untuk pembangunan sekolah tersebut berasal dari OPD terkait yaitu disdikbud, yang notabene tidak pernah diterima pihaknya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR