LIWA (Lampost.co)-- Dalam rangka meningkatkan kompetensi bagi petani, pelajar maupun masyarakat pencari kerja dibidang pengelolaan kopi, Pemkab Lampung Barat berencana untuk mendirikan sekolah kopi.  Peletakan batu pertama pembangunan gedungnya akan dilaksanakan pada Selasa (9/7/2019). 
 
Adapun tujuan pembangunan sekolah kopi ini yaitu untuk meningkatkan pendapatan masyarakat petani melalui peningkatan produksi, mutu hingga produk olahan kopi.  
 
Selain itu, juga agar adanya sertifikasi kompetensi masyarakat dalam pengelolaan komoditas kopi yang akhirnya akan menjadi modal kepercayaan dan kemampuan bagi masyarakat terkait mitra pemasaran hasil kopi. 
 
Bupati Lambar Parosil Mabsus melalui Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Barat Agustanto Basmar, Senin (8/7/2019), mengatakan sekolah kopi dipusatkan di Pekon Sukajaya, Kecamatan Sumberjaya. Lalu, pelaksanaan peletakan batu pertama yang akan dilaksanakan Selasa (9/7/2019) bersamaan dengan kegiatan Festival Kopi tahun 2019 ini. 
 
Menurutnya, pengelolaan sekolah kopi yang didirikan ini bersifat non formal yang kegiatanya dapat diikuti oleh petani, pelajar, pencari kerja, wirausaha maupun masyarakat umum. Sementara instrukturnya yaitu profesional dibidang perkopian, pelaku usaha kopi, trainer tetap sekolah kopi yang sinergi dengan program sekolah kopi. 
 
Pelaksanaan kegiatan sekolah kopi ini nantinya dilakukan dengan melibatkan SMK jurusan perkebunan/pertanian kopi, PT. Nestle, PT. Torabika, Balai Latihan Kerja (BLK), P3K AEKI, Puslitkoka Jember, Balittri, dan Pelaku Usaha Kopi. 
 
Untuk mensukseskan program unggulan ini maka Pemkab melalui pihaknya juga telah menyusun model kurikulum sekolah kopi dimana kegiatan ini ditargetkan di tahun 2019 sudah dapat dimulai. 
 


 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR