KALIANDA (Lampost.co) -- Sejumlah petani tambak di Dusun Bunut Selatan, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, kecewa dengan hasil perbaikan pintu air yang di Dusun setempat. Pasalnya, mereka pembangunan pintu air itu dinilai tidak maksimal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, pintu air tersebut sempat menjadi keluhan petani awal 2019 itu, namun sudah diperbaiki oleh pihak rekanan pada Kamis (14/6/2019) lalu. Namun, hasil perbaikan tersebut kembali menuai protes dari sejumlah petani.
 
Tasman (50), salah satu petani setempat mengatakan, pintu air itu dibagun sebagai sarana pengairan tambak dan persawahan  pada akhir 2018 lalu. Namun, hasilnya petani tidak puas karena tidak maksimal pembangunannya. "Iya sekitar dua hari yang lalu sudah diperbaiki oleh pihak rekanan. Namun, petani belum merasa puas. Sebab, perbaikan hanya alakadarnya saja dan tidak maskimal fungsikan” kata dia, Senin (17/6/2019).



Tasman mengatakan, perbaikan pada pintu air tersebut yang dilakukan oleh pihak rekanan tidak secara menyeluruh. Padahal, hasil pembangunan pintu air itu hampir tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya.  "Padahal yang menjadi keluhan petani selama ini pintu air tidak berfungsi. Namun, perbaikan hannya dilakukan penambahan besi penahan gir saja dan ditambah pelumas. Sedangkan, plat pintu tidak diperbaiki, sehingga pintu belum bisa tertutup rapat," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Arjun (20) petani tambak lainnya. Menurutnya perbaikan yang dilakukan tersebut belum menutupi rasa was-was petani dari ancaman banjir disaat musim hujan. Selain itu, pihak rekanan juga tidak melakukan penimbunan jalan yang berlubang akibat pembangunan pintu air tesebut. "Sayang kalau perbaikan hanya dilakukan sekedarnya saja. Air masih bisa masuk tambak saat Sungai Sekampung meluap. Belum lagi jalan yang berlubang akibat penggalian gorong-gorong juga tidak ditimbun lagi,” paparnya.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR