MENGGALA (Lampost.co) -- Pembangunan jalan tol trans-Sumatra (JTTS) Lampung yang melintasi wilayah Kabupaten Tulangbawang memunculkan banyak warga yang kaya mendadak seteleh mendapatkan ganti rugi.

Tidak terkecuali bagi salah satu warga Kampung Tritunggal Jaya, Kecamatan Banjaagung yang mendadak jadi jutawan. Sebab tanah seluas tiga perempat hektare miliknya dilalui pembangunan JTTS Lampung-Palembang, Sumatra Selatan.



Salah satu warga yang mendapat rejeki nomplok itu Abdul Rohman. Laki-laki berusian 34 tahun itu mengatakan, dari tiga perempat hektare tanah yang berisikan tanaman singkong miliknya, 8000 meter persegi masuk dalam kawasan perlintasan pembangunan JTTS.

Dari lahan yang berlokasi di wilayah Tiyuh Wonorejo, Kecamatan Gunungagung, Kabupaten Tulangbawang Barat. Ia memperoleh ganti rugi sebesar Rp460 juta.

Dari hasil ganti rugi lahan miliknya itu. Ia mengaku dapat membeli satu unit mobil mewah secara tunai, mendaftar naik haji untuk dirinya bersama sang istri, dan membeli kembali sebagian tanah, serta dapat menyisihkan untuk pembangunan masjid dan sejumlah panti asuhan.

Padahal, lahan seperempat hektare yang berisikan tanaman karet baru dibeli dari pemiliknya hanya berselang beberapa tahun saja senilai Rp115 juta.

"Saya beli tanah tiga perempat hektare isi karet itu dulu tahun 2015 seharga Rp115 juta. Dua tahun kemudian saya dapat kabar kalau tanah saya dilewati jalan tol dan dapat ganti rugi Rp460 juta," kata Rohman, kepada lampost.co, Selasa (11/9/2018).

Rohman mengaku, tidak pernah menduga tanah yang dibelinya akan dilalui pembangunan JTTS. Dia menceritakan, ketika membeli tanah tersebut karena hendak membantu pemilik lahan yang sedang membutuhkan uang.

Pertama pemilik menjual tanah berserta tanaman karet miliknya, seluas seperempat hektare dengan nilai Rp25 juta. Kemudian, karena pemilik lahan membutuhkan uang kembali, dirinya diminta untuk membayar sisa setengah hektare tanah tersebut senilai Rp90 juta.

"Dulu pas beli tanah itu, niatnya ngebantu pemiliknya aja, karena dia lagi butuh duit. Saya juga pas beli tanah itukan harus ngejual mas kawin, karena enggak punya uang untuk bayarnya," ujar dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR