BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pembangunan jembatan Bailey untuk dipermanenkan menunggu revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari satuan kerja penanganan bencana alam ke satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. Diperkirakan, proses perbaikan DIPA itu dapat selesai dalam dua pekan kedepan.

Kepala satker PJN Wilayah II Provinsi Lampung, Ryandra Narlan menjelaskan upaya untuk mempermanenkan jembatan yang sedang terputus di jalan lintas pantai barat Mandiri Senjata, Krui Selatan, Pesisir Barat masih terhambat dengan revisi DIPA di pusat.



"Untuk mempermanenkan itu sudah ada pemenang lelangnya, tetapi uangnya belum ada, karena masih revisi DIPA dari satker bencana alam ke satker PJN di pusat. Revisi itu masih proses dan kemungkinan dua Minggu lagi sudah selesai," kata Ryandra kepada Lampost.co, Jumat (29/6/2018).

Usai proses revisi rampung, pihaknya langsung melakukan penandatangan kontrak agar pemenang tender dapat segera bekerja. Sebab, sesuai aturan pekerjaan yang dananya belum tersedia maka tidak bisa dilakukan kontrak. "Untuk besaran anggarannya sekitar Rp18,3 miliar," ujarnya.

Menurutnya, pekerjaan tersebut harus dapat diselesaikan dibulan Desember sebelum masuknya tahun anggaran 2019. Namun, disaat penandatanganan kontrak PJN II akan berunding terlebih dulu bersama kontraktor untuk mendapatkan komitmen atas penyelesaian pekerjaan yang sesuai waktu.

"Target penyelesaian Desember sebelum anggaran 2019. Tapi, nanti begitu kontrak kami rapatkan lagi dengan mereka, apakah sanggup atas waktu yang tersedua ini. Nanti kami bicarakan lagi bersama pemenang tendernya," urainya.

Sambil menunggu jembatan itu diselesaikan dan selama pekerjaan, lanjutnya, PJN II bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian setempat akan mengalihkan arus lalu lintas melalui lintas tengah Liwa. "Kalau kendaraan kecil masih bisa lewat, tetapi untuk kendaraan besar harus kami alihkan dulu," tuturnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR