KALIANDA (Lampost.co) -- Pembangunan Cor Beton di Dusun II, Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diprotes. Pasalnya, proses pembangunan jalan yang dianggarkan dari Dana Desa (DD) 2019 itu terlalu banyak air. 

Hal tersebut diungkapkan, Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) Kecamatan Palas, Nanang Bayu saat melakukan monitoring penggunaan rabat beton di Desa Rejomulyo, Kamis (16/5/2019).



Menurut Nanang, pembangunan rabat beton itu dinilai terlalu banyak air saat pengadukan bahan material. Sehingga, kualitas rabat beton nanti dikhawatirkan tidak maksimal. 

"Ini adukannya terlalu bangak airnya. Adukannya terlalu encer, sehingga nanti hasilnya tidak maksimal. Jelas, akan berpengaruh dengan mutu kualitasnya," kata dia. 

Nanang menjelaskan untuk mendapatkan hasil yang maksimal adukan materialnya harus teratur, seperti setiap satu sak semen terdiri dari 6 bak batu koral, 4 bak pasir dan 18 liter air. Sehingga, nanti akan ketemu dengan mutu kualitas K225.

"Saya minta ini nanti air yang dimasukan kedalam adukan material dikurangi. Saya minta nanti diuji keenceran air nya. Jangan sampai adukannya terlalu encer," ujarnya. 

Pjs. Kepala Desa Rejomulyo, Mastur mengatakan pihaknya baru melaksanakan pembangunan jalan rabat beton selama 3 hari terakhir. Pembangunan jalan rabat beton itu dianggarkan dari DD 2019 senilai Rp161,3 juta.

"Saran dari PDTI mengenai kebanyakan airnya. Proses pembangunan ini baru terbangun sekitar 30 meter dari titik nol. Kedepan akan kami perbaiki," kata dia. 

Hal senada diungkapkan, Camat Palas Rika Wati saat monitoring mengatakan dirinya meminta seluruh desa agar melaksanakan pembangunan dengan mempertimbangkan mutu kualitas.

"Saya berharap untuk semua desa yang melaksanakan pembangunan, agar bisa mengedepankan mutu kualitasnya. Jangan asal bangun saja. Bila perlu bertanya dengan Pendamping Desa," kata dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR