Kalianda (Lampost.co) Pembangunan Jaringan Irigasi D.I Way Pisang Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diduga asal jadi. Pasalnya, adukan material semen dan pasir yang dipasang tidak sesuai bestek. 

Berdasarkan pantauan Lampost.co  adukan material yang digunakan lebih banyak pasir ketimbang semen. Akibatnya, adukan material itu mudah terkelupas ketika dipasang.



Sulis, salah satu petani penggarap lahan sawah di Aeral Desa Sukaraja mengaku kecewa dengan pembangunan jaringan irigasi di daerah tersebut. Sebab, mereka menilai pembangunan jaringan saluran irigasi itu dikerjakan asal jadi. 

"Masa semen dan pasir enggak diaduk rata. Sehingga, material itu dipasang kelihatan ada banyak semennya dan adapula semennya sedikit. Ini kan asal jadi," kata dia. Senin, 23 September 2019.

Dia juga mengaku pihak rekanan sengaja adukan material kebanyakan pasir dibandingkan semen. Selain itu, bagian dasar lantai banyak adukan semen yang terkikis. 

"Coba lihat sendiri, adukannya kebanyakan pasir. Gimana mau nempel material batu dan lainnya. Pada bagian bawah dasar banyak yang bolong akibat terkikis air dari saluran. Jelas, ini tidak akan bertahan lama," kata dia. 

Salah satu tukang yang enggan namanya disebutkan mengaku dalam adukan material semen dan pasir itu mereka menerapkan pola adukan 6 banding 1. Dimana, pasir sebanyak 6 angkong dan semen 1 sak.

"Ini sudah bagus kok. Memang pasirnya agak kemerahan. Jadi, setelah diaduk semen dan pasir, enggak kelihatan warna semennya," kata dia. 

Sementara itu, Pengawas Lapangan dari Penguji Kontruksi Bangunan (PKB) Kecamatan Palas, Ali Wardana membenarkan bila pekerja tidak mengaduk material semen dan pasir secara merata. Bahkan, dirinya telah menegur para pekerja agar mengutamakan kualitas. 

"Sudah saya tegur kalau adukan semennya enggak rata. Tapi, mereka tetap saja kayak gitu. Sudah berkali-kali saya tegur pekerjanya. Saya cuma tau pekerja dilapangan saja, mas," kata dia. 

Diketahui, proyek rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Way Pisang itu dikerjakan CV Delta Gumilang Perkasa dengan nilai anggaran sebesar Rp, 802,1 juta dari anggaran dana alokasi khusus (DAK) 2019.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR