KALIANDA (Lampost.co)--Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus meningkatkan dan membangun jalan poros penghubung antardesa maupun dusun, karena peningkatan jalan poros sangat penting untuk mendorong perekonomian masyarakat pelosok.
Pantauan Lampost.co di sejumlah desa di kecamatan Ketapang, Bakauheni maupun Penengahan nampak terbentang jalan dengan lapisan aspal mulus. Tidak hanya menggunakan dana APBD, kucuran Dana Desa (DD) juga di prioritaskan untuk membangun infrastruktur hingga menembus pelosok desa. 
“Sekarang banyak perubahan. Tidak saja dana desa,Pemkab juga ngebut meningkatkan kualitas jalan dari onderlag menjadi lapen dan jalan lapen ditingkatkan menjadi hotmix,” kata Kadek Koyok, warga Dusun Tasik desa Ruguk, kecamatan Ketapang, Lampung Selatan kepada Lampost.co, Rabu (3/1/2017).
Ia mengapresiasi gebrakan Bupati Lampung Selatan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pelosok dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur.
“Pembangunan untuk meningkatkan infrastruktur sudah kami rasakan manfaatnya. Jalan mulus, sehingga biaya transportasi  untuk mengangkut hasil bumi saat ini tidak mencekik petani kecil,” ujar warga dusun Tasik itu.
Hal senada diungkapkan Sugiat, warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang dan Kuat Mujiono, warga Dusun Tamanjaya, Desa Tamansari,  Ketapang. Sejak lima tahun kondisi jalan penghubung antardusun dan desa rusak parah. Kerusakan itu, ujar Kuat, membuat warga enggan beraktivitas keluar desa, selain itu juga  membuat biaya transportasi untuk mengangkut hasil panen, seperti jagung, padi, pisang dan singkong menjadi tinggi. Namun sejak dua tahun terakhir ini, pembangunan dan perbaikan infrastuktur menggempur jalan desa maupin dusun. 
“Awal tahun lalu, jalan penghubumg antara  dusun Tamanjaya dengan desa Lebungnala, kecamatan Ketapang dan desa Sumbersari, kecamatan Ketapang telah diperbaiki pemkab. Akhir Desember 2017 lalu,  jalan penghubung dusun kami dengan jalinpantim desa Tamansari juga telah dibangun mulus. Kami yakin jika pembangunan infrastrutur di desa dari dua sumber dana, yakni APBD dan DD, warga desa optimis ekonomi kerakyatan akan terus meningkat swirong membaiknya kondisi infrastrutur,” harap Kuat. 
Sementara Kepala Desa Kemukus, Imam Junaedi, mengaku lega setelah beberapa tahun usulan perbaikan jalan desa sepanjang 3,5 kilometer tidak ditanggapi pemkab.”Kemarin saya dipanggil pak Camat. Beliau menyatakan jalan kabupaten di desa kami akan dibangun tahun ini. Saya jadi bisa bernafas lega,” katanya.
Sebelumnya, Ia bersama warganya sepakat menggunakan dana desa untuk membangun jalan kabupaten yang ada di desa Kemukus. Sebab, ia merasa usulab perbaikan jalan tidak terwujud.
“Tadinya kami dan seluruh warga sepakat dana desa untuk memperbaiki  ruas jalan poros yang rusak, walau hal itu menabrak aturan. Terima kasih pak Bupati. kami akan fokus mengootimalkan DD untuk peningkatan infrastruktur di desa kami,” ujar Imam.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR