BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Syaiful Bachri mengatakan pembalakan liar di hutan register marak sejak dua tahun terakhir. Terutama pencurian kayu sonokeling.

Menurut dia, kayu sonokeling belakangan ini menjadi idola ilegal loging. Wilayah yang kerap disatroni para pelaku pembalakan liar adalah Tanggamus, Pesawaran, dan belakangan merambah ke Lampung Tengah.



Baca Juga:

Illegal Logging di Register 22 Way Waya Sudah Terorganisir

"Akhir-akhir ini sonokeling menjadi idola ilegal loging. 2016-2017 itu sedikit ya, tapi 2018 ini sudah banyak, karena mungkin permintaannya banyak, 2018 ini saja sudah 6 kasus yang kita handel, tiga kasus sudah P21 dengan empat tersangka dan yang sedang berproses ada tiga kasus termasuk yang ini (register 22, Lampung Tengah)," kata dia.

Untuk itu pihaknya bersama instansi terkait fokus merapatkan barisan memberantas pembalakan liar tersebut. "Kegiatan ini adalah kegiatan bersama, karena marak kami rapatkan barisan dengan balai Gakum Sumatera dan BKSDA serta dari Polda," kata dia.

Dia menjelaskan bersama personel Polhut, pihaknya telah menyebar 1.000 orang mitra yang telah direkrut untuk membantu Polhut di lapangan. "Sonokeling bukan dilindungi, tapi dalam peringatan, sehingga dalam pengangkutanpun ada khusus, kalaupun kayu ini berasal dari bukan hutan lindung, tapi dari tanah milik pun harus ada surat angkut dari BKSDA. Dan itu hati-hati, jadi pelanggaran disini banyak bukan hanya mencuri kayu dari hutan lindung tapi dari pengangkutan tata usahanya," kata dia.

Dari kasus yang diungkap di Lampung Tengah, pihaknya menyita 63 batang kayu sonokeling. Kayu tersebut akan dikirim ke pulau Jawa. "Sedang kita dalami kemana dan kepada siapa akan dikirim, kami sudah dapat info siapa yang menggerakkan mereka, kami akan kembangkan sampai penadah di Jawa," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR