PRINGSEWU (Lampost.co) -- Pembangunan Bendungan Way Sekampung yang berada di Pekon Bumiratu Kecamatan Pagelaran yang dimulai.sejak Oktober 2016 lalu, kini proses pengerjaannya telah mencapai 33 persen.

"Pelaksanaan pembangunan sudah hampir dua tahun berjalan," kata Helmi Lazuardi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau Pelaksana Pembangunan Bendungan Way Sekampung, saat di temui di ruang kerjanya, Senin (6/8/2018).



Menurutnya pencapaian sekitar 33 persen dari keseluruhan proyek fisik. Pembangunan bendungan yang melibatkan tenaga kerja sekitar n600-an orang, seluruhnya merupakan tenaga kerja Indonesia dan lokal Pringsewu, yang tentunya di sesuaikan dengan keahliannya. "Tenaga lokal tetap menjadi prioritas," ungkapnya.

Menurut Helmi, besaran jumlah tenaga kerja bisa berubah sewaktu-waktu melihat kebutuhan.

Helmi menambahkan dengan pencapaian sekitar 33 persen pekerjaan fisik, saat ini masih terus membangun di berbagai item seperti tubuh bendungan, terowongan pengelak air, lereng spilway (bangunan pelengkap bendungan/bangunan bukit yang di tata/bangunan pelimpah). Kemudian jalan akses menuju bendungan, yang saat ini masih dalam proses cor dan bangunan kantor yang saat ini masih membangun ornamen untuk keindahan dengan ornamen Lampung.

Helmi menambahkan tubuh bendungan adalah bangunan utama dengan panjang sekitar 362 meter dengan ketinggian 55 meter, ketebalan bagian atas sekitar 10 meter, tetapi semakin ke bawah semakin tebal. "Tubuh bendungan saat ini masih awal pengerjaan," ungkap Helmi.

Sementara untuk pembuatan terowongan pengelak air di bangun dua unit, satu unit di bangian dengan panjang 340 meter dan satu unit lagi terowongan di bangun dengan panjang 365 meter.

Menurutnya, pembangunan tubuh bendungan baru akan dilakukan dengan menutup jalur sungai apabila terowongan pengelak air sudah selesai dibangun, sehingga air di alihkan ke terowongan dan tubuh bendungan bisa di sambungkan di tengah antar bukit.

Menurut dia pembangunan Bendungan Way Sekampung dilakukan oleh pemerintah pusat secara terus-menerus setiap tahun sampai target 2020.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR