KRUI (Lampost.co) -- Kecamatan Pulau pisang, Pesisir Barat merupakan salah satu destinasi utama wisatawan di Lampung. Alam dan pantainya yang indah menjadi daya tarik tingginya potensi wisata kecamatan yang wilayahnya terbagi atas enam pekon ini.

Oleh sebab itu, pemerintah kabupaten setempat antusias membangunan fasilitas sarana dan prasarana wilayah itu, termasuk upaya pemasangan jaringan listrik PLN melalui jalur bawah laut dari daratan terdekat di pulau Sumatera, yaitu dari Kecamatan Karya Penggawa, Pesisir Barat.



Namun, dari rapat teknis yang dilakukan tim terkait membahas hasil peninjauan lapangan terhadap rencana lokasi pembangunan satu jalur kabel laut tegangan menengah 20 KV dari Pekon Tembakak, Kecamatan Karya Penggawa ke Pulau Pisang, sebagai bagian dari program 'Lampung Terang' seperti yang ditetapkan oleh PT PLN (Persero) Distribusi Lampung sebagai upaya peningkatan elektrifikasi 100 persen, yang dilaksanakan di Lamban Yoso, Kecamatan Pesisir Tengah, pada Rabu (9/5/2018) lalu, didapat beberapa kendala dan proses tahapan yang harus dilalui untuk pelaksanaan pemasangan listrik jaringan bawah laut dengan panjang sekitar 2,6 km tersebut.

Kendala diantaranya kedalaman perairan setempat berkisar 0-16 meter, dengan dasar sebagian besar batu karang sehingga sulit dilakukan pemendaman untuk pengaman kabel. Pemasangan concrete shell, kondisi kabel juga riskan selain kemungkinan karat, juga dapat terjadi garukan jangkar akibat kapal-kapal yang kadang berlindung dari cuaca ekstrem laut setempat, di sekitar lokasi jalur kabel.

Sebab itu, dibutuhkan analisa resiko perusahaan pelaksana proyek, itu juga harus memiliki izin SIUP PBA dari Ditjen Perhubungan Laut atau BKPM sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 71 Tahun 2013, tentang Salvage dan Atau Pekerjaan Bawah Air sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 33 Tahun 2016.

Pada pelaksanaan kegiatan itu juga akan melibatkan pushidros TNI AL sebagai technical officer untuk penggambaran peta laut. Selain itu, pada pelaksanaan akan dipasang tanda rambu sementara dan berkoordinasi dengan Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok.

Selanjutnya hasil rapat itu sebagai dasar untuk mendapat rekomendasi teknis Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok dan rekomendasi teknis dari kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Kota Agung.  

Hasil rapat yang dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat Kepelabuhan,  Direktorat Kenavigasian, Direktorat KPLP, Direktorat Teknik Lingkungan Ketenagalistrikan DJK Kementrian ESDM, pusat hidrografi dan oceanografi TNI AL,  Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok, KUPP Kelas III Kota Agung, pemkab Pesisir Barat, PT PLN (Persero) dari kantor pusat dan perwakilan PLN Distribusi Lampung.

"Ya betul, baru seperti itu progres pemasangan jaringan listrik bawah laut ke Pulau Pisang. Saat ini rencana itu masih dalam proses dan proyek itu belum dilaksanakan," kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pesisir Barat, Jon Edwar, kepada Lampost.co, Minggu (20/5/2018).

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR