BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Agus Wahyudiyono menyerahkan bantuan peralatan kepada perwakilan peserta Pelatihan Adaptasi dan Mitigasi Konflik Manusia dan Satwa Liar.
Pelatihan Adaptasi dan Mitigasi Konflik Manusia dan Satwa Liar yang dilaksanakan pada 19-21 Desember 2017 di Balai Pekon Sidomulyo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus berhasil merumuskan tujuh rencana tindak lanjut. Kegiatan ini merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Balai Besar Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan (BBTNBBS), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Kotaagung Utara, Balai Taman Nasional Way Kambas (BTNWK), TFCA Sumatera, PUNDI Sumatera, WWF, WCS, YABI, PILI, Repong Indonesia. 

Pada pelatihan tersebut, semua pihak menyadari terhadap konflik yang terjadi antara manusia dan satwa liar khususnya gajah di Kecamatan Semaka membutuhkan komitmen dan kerjasama para pihak untuk berupaya penyelesaiannya. Kawasan hutan sebagai ruang sumber kehidupan penting untuk dipertahankan dan dilestarikan fungsinya guna keberlangsungan hidup antara manusia dan satwa untuk saling berbagi ruang secara adil dan arif, ungkap Agus Wahyudiyono, dalam rilisnya yang diterima Lampost.co, Jumat (22/12/2017).



Tujuh rumusan rencana tindak lanjut antara lain Pendampingan dalam rangka penguatan Tim Satgas tingkat desa, penerapan SOP penanganan mitigasi konflik satwa liar oleh Balai Besar TNBBS, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, BKSDA, KPHL Kotaagung Utara, dan para mitra; 

Penjagaan Bersama secara bergantian yang terdiri dari Tim Satgas Desa/Pekon, BBTNBBS, BKSDA, KPHL Kotaagung Utara, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, dan para mitra;  Pembentukan Forum Tim Satgas Tingkat Kecamatan Semaka, dan dilakukan pertemuan rutin setiap empat bulan sekali; Penyusunan Rencana Aksi Bersama dimasukkan dalam RPJMDesa di tingkat Kecamatan dihadiri oleh seluruh Kepala Pekon, Tim Satgas Desa, BBTNBBS, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung (KPHL Kotaagung Utara), BKSDA, dan para mitra. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR