KRUI (Lampost.co) -- Masyarakat nelayan Kabupaten Pesisir Barat menyambut baik dan antusias atas pelatihan penggaraman sistem tunnel yang dilaksanakan Kementrian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal, kepada 30 orang nelayan di Pesisir Barat. Kegiatan digelar selama 5 hari dari 7 – 12 Mei 2018, di kompleks perumahan nelayan, dekat Pelabuhan Kuala Stabas, Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah.

"Kami berterimakasih dengan adanya pelatihan ini. Semoga kedepan dengan pengetahuan ini dapat mengangkat taraf hidup keluarga kami. Dengan adanya pelatihan pembuatan garam oleh bapak-bapak dari BP3 tegal ini. Kedepan kalau ada modal, kami akan membuka usaha ini," kata seorang nelayan yang mengikuti pelatihan, Jumat (11/5/2018).



Petugas penyuluhan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, Ana Yuliana, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan produksi garam nelayan. Pelatihan tunnel garam ini dimaksudkan agar para nelayan tidak semata-mata bergantung pada hasil dari penangkapan ikan di laut, karena melaut tidak menentu tergantung cuaca.

"Kalau cuaca buruk para nelayan bisa punya sampingan sebagai petani garam. Jadi itu jalan keluar berusaha lain untuk menutupi kebutuhan hidup dari sektor garam," kata Ana.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR