MENGGALA (Lampost.co) -- Pelanggar lalu lintas yang terjaring razia Operasi Patuh Krakatau 2019 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Pelanggaran didominasi pengguna sepeda motor tidak menggunakan helem Standar Nasional Indonesia (SNI) dan kendaraan roda empat atau lebih tidak menggunakan safety belt atau sabuk pengaman.



Waka Polres Tulangbawang Kompol Eko Nugroho mengatakan, terdapat 2797 penindakan selama dua pekan pelaksanaan Operasi Patuh yang dilaksanakan Satlantas Polres Tulangbawang.

Penindakan, kata dia, berupa sanksi tilang berjumlah 2643 dan teguran 150 pelanggar, dengan rincian tilang SIM 982 lembar dan STNK 1556 lembar.

"Tahun 2018 pelanggaran tidak menggunakan helem SNI 94 dan tahun ini menjadi 563. Sementara pelanggaran karena tidak menggunakan safety belt 2018 ada 34 ditahun ini menjadi 486," kata Eko, saat menggelar konferensi pers hasil Ops Patuh, Rabu, 11 September 2019.

Sementara itu terdapat seratusan kendaraan roda dua dikandangkan.

"Ada 112 motor ditahan, kalau roda empat dan enam ada 3 unit. Rata-rata kesalahannya karena mati pajak," katanya.

Kasat Lantas Polres Tulangbawang AKP Agustinus menghimbau, selain harus taat dalam berlalu lintas masyarakat juga diminta untuk taat membayar pajak kendaraannya.

"Untuk masyarakat agar dapat tertib administrasi dengan tetap membayarkan pajak kendaraannya setiap tahun, karena itu kan wajib. Sebagai warga negara yang baik, harus taat pajak," kata Agustinus.

 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR