BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Bandar Lampung menghadirkan lima terdakwa kasus pencurian dan kekerasan pada kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesahatan Bandar Lampung, pada 27 November silam. Kelima terdakwa yakni Hasmuni (39), Joni Iskandar (23), Andi Ahmad Suryadi (40), Pardamean Sirait (42), dan Rendra Ari Wibowo (30).

Beberapa terdakwa masih terlihat pincang saat masuk ke dalam ruang persidangan akibat luka tembak saat terjadi penangkapan terhadap para terdakwa. Kelima terdakwa membenarkan apa yang disampaikan beberapa saksi dari pihak BPJS yang dihadirkan di persidangan itu.



Arimin petugas keamanan kantor tersebut mengatakan, pada saat kejadian para pelaku sudah mempersiapkan diri dengan alasan itu dia pasrah. "Kita lakukan perlawanan percuma pak, karena mereka sudah siap, kondisi kantor juga jauh meskipun kita teriak tidak akan ada yang mendengar. Jadi lebih baik diam saja pasrah," kata Arimin di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, Selasa (17/4/2018).

Berdasarkan penjelasan Edmon Kabit Keuangan BPJS Kesehatan, para pelaku sebelum melancarkan aksinya mencopot CCTV terlebih dahulu. Meski demikian ada CCTV bagian depan yang merekam aksi mereka. "Semua sudah dilepas sebelum beraksi, tetapi ada yang terlihat di bagian depan dalam rekaman itu ada sekitar empat orang yang terekam," katanya.

Di persidangan itu, para pelaku juga mengakui jika mereka mengikat petugas keamanan yang tengah berjaga pada saat malam kejadian.

Hakim Ketua Mansur di persidangan mempertanyakan kepada kelima terdakwa apakah keterangan para saksi dari BPJS Kesehatan benar, dan para terdakwa membenarkan secara keseluruhan keterangan tersebut.

Hakim Mansur juga menanyakan kepada terdakwa apakah ada pertanyaan yang ingin disampaikan kepada pihak BPJS Kesehatan, para terdakwa terdiam dan hanya berkata "Tidak ada pertanyaan pak, cuma kami ingin minta maaf itu saja," kata salah satu terdakwa.

Atas permintaan maaf para terdakwa, hakim lantas mempertanyakan, adakah itikad baik dari pihak BPJS memaafkan para pelaku, Kabit Keuangan BPJS Kesehatan langsung membalas "Sebagai manusia, saya memaafkan tetapi jangan diulangi lagi," kata Edmon disambut anggukan kepala lima terdakwa.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR