GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Petualangan YI (29), warga Kampung Terbanggibesar, Kecamatan Terbanggibesar, Lamteng berakhir ditangan polisi. Buronan kejahatan di delapan TKP berbeda sejak 2013 lalu itu sempat melawan, sehingga polisi melumpuhkan tersangka dengan timah panas.
Kapolsek Terbanggibesar Kompol, Donny Hendry Dunant, Selasa (27/3/2018), mengatakan tersangka Yudi ditangkap di depan rumah salah seorang warga Terbanggibesar, sekitar pukul 14.00 WIB. Menurut Kapolsek, tersangka berupaya melawan saat dilakukan penangkapan. 
"Kami melakukan tindakan tegas dengan menembak di bagian betis kaki kanan tersangka karena ia berupaya melawan saat penangkapan. Sekarang tersangka dirawat di RS," kata Kapolsek.

Penangkapan terhadap tersangka berdasarkan LP/165-B/III/2018/Res Lt/Sek Tebas, Tgl 27 Maret 2018. Diduga tersangka telah melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korban Yogie Cristian (27), warga Lampung Utara. Kejadian itu bermula ketika korban bersama temannya, Harjito melintas di tikungan Melinting, Kampung Terbanggibesar. Tiba-tiba sepeda motor korban pecah ban. Selanjutnya Yogie meminta temannya naik angkot ke Bandarjaya, sedangkan korban mengendarai motor yang pecah ban sendirian.
Saat sampai di jembatan lama, Kampung Terbanggibesar, tiba-tiba dua orang yang tak dikenal menghentikan korban, menodongkan senjata tajam dan meminta uang. Semula korban berkukuh tak memiliki uang. Tetapi kedua orang tak dikenal itu menggeledahnya. Akhirnya para pelaku berhasil merampas uang Rp5juta yang ada di kantong celana korban.
Selanjutnya korban disuruh pergi. Karena takut, korban pergi dan melapor ke Polsek Terbanggibesar.
Atas laporan korban, dan berdasarkan ciri-ciri pelaku yang berhasil  diidentifikasi, jajaran Polsek Terbanggibesar dibawah komando kapolsek membekuk YI.
Menurut Kapolsek, berdasarkan catatan kepolisian, pelaku masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berdasarkan Lp/480-B/V/2013/Res Lt/Sek Tebas tanggal 23 Mei 2013 dalam perkara pencurian dengan kekerasan.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR