Pelaku Curat di 12 Lokasi Tewas Ditembak Petugas

Sudiono



PRINGSEWU (Lampost.co) – Anggota Kepolisan Sektor (Polsek) Pringsewu terpaksa menembak Junaidi alias Junet (38), pelaku pencurian dengan pemberatan di 12 tempat kejadian tindak kriminal, di tempat persembunyiannya di Kelurahan Pringsewu Selatan, Sabtu (28/10/2017), sekitar pukul 19.00.
Warga Pringsewu yang menjadi residivis dan kerap meresahkan warga itu tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringswu setelah diterjang timah panas anggota yang mengenai pelipis kiri atas hingga tembus tengkorak belakang.
Kapolsek Pringsewu Kompol Andik Purnomo Sigit, mewakili kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, dalam konferensi pers di kantor polsek setempat menjelaskan pelaku merupakan residivis pencurian dengan pemberatan (curat) di 12 lokasi  kejahatan yang dilaporkan para korban di wilayah hukum Polsek Pringsewu.
Saat beraksi pelaku tidak segan melukai kobannya. Selain itu juga pelaku merupakan anggota sindikat kejahatan antarkabupaten. “Dari catatan petugas diketahui tersangka tergolong sangat licin dan memiliki prinsip jika tertangkap, salah satu petugas harus ada yang mati,” ujar Andik Purnomo Sigit.
Penangkapan tersangka sendiri, kata Andik Purnomo Sigit, berawal dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti petugas dengan menurunkan tim yang dibagi di tiga titik penyerapan untuk mengepung pelaku di tempat persembunyian di salah satu rumah warga di Kelurahan Pringsewu Selatan.
DPO kasus curat tersebut terakhir kali beraksi di dua tempat di Kelurahan Pringsewu Timur pada  Juli 2017. Saat ditangkap, tersangka  tengah bersama istrinya. Begitu tiga petugas masuk rumah persembunyian tersangka, pelaku yang tengah tiduran langsung bangun dan mengambil senjata tajam yang ada di sampingnya.
Melihat tersangka melawan, petugas lalu mengeluarkan dua kali tembakan peringatan. Namun, tembakan peringatan petugas diabaikan pelaku.
Khawatir perlawanan tersangka melukai petugas, lalu petugas mengarahkan tembakan ke tubuh tersangka dan mengenai pelipis kiri hingga jatuh tersungkur.  Lalu petugas segera membawa pelaku ke RSUD. "Pelaku diminta menyerahkan diri, tetapi tidak digubris malah justru melawan dengan membawa golok yang sudah dipersiapkan guna untuk melukai petugas," ujar Andik Purnomo Sigit.
Dari hasil penggerebekan itu petugas berhasil mengamankan belasan barang bukti (BB), di antaranya senpi rakitan dengan lima butir peluru, sebilah golok, sangkur, pisau garpu, pisau, alat pembobol pintu, linggis, kunci inggris, penutup wajah, tiga ponsel, dompet, dan alat laninya yang digunakan pelaku untuk melakukan tindakan kriminal. Sementara itu, setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD, Kapolsek menyerahkan jenazah  pelaku kepada salah satu keluarganya di Pekon Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu dengan didampingi Danramil setempat Kapten Fredy, Kepala Pekon Sidoharjo Suhartono untuk dimakamkan di permakaman umum pekon setempat.
Menurut Kapolsek, pelaku melanggar Pasal 363 tentang Pencurian dan Pemberatan.

 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR