BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Arif Subagio (20) Warga Jalan Sunda Kapal, Kelurahan Negeri Olok Gading, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung, dituntut pidana penjara selama 7 tahun kurungan atas perbuatan cabul yang dilakukanya terhadap anak dibawah umur berinisial YS (15). Hal ini terungkap dalam sidang tertutup di PN Tanjungkarang, Senin (3/9/2018).

Selain pidana penjara selama 7 tahun, terdakwa diwajibkan membayar pidana denda Rp80 juta subsider 3 bulan kurungan. Jaksa Penuntut Umum dalam tuntutanya mengatakan perbuatan terdakwa sebagai mana diancam Dengan pasal 81 Ayat (2) UU RI Nomor 17 tahun 2006 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang undang Nomor 1 tahun 2006 tentang perubahan kedua UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, atas perbuatan cabul yang dilakukannya terhadap YS (15) pada 3 April 2018 silam.



"Sebelum pada pembacaan tuntutan kami memohon kepada majelis untuk mengabulkan tuntutan  kami ini. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Arif Subagio dengan pidana penjara selama 7 tahun serta denda Rp50 juta Subsider 3 bulan," kata Eka Septiana Sari.

Jaksa mengatakan perbuatan terdakwa yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak di bawah umut yakni YS melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain.

Atas tuntutan yang diberikan Jaksa itu, penasehat hukum terdakwa Salamat Sihombing meminta majelis hakim memberi keringanan hukuman kepada kliennya, karena menurutnya terdakwa masih muda dan masih memiliki masa depan yang panjang.

" dipersidangan minggu depan kami sampaikan permohonan keringanan secara tertulis, intinya kami mohon keringanan hukuman," kata Salamat Sihombing.

Perbuatan terdakwa bermula pada 3 April 2018, sekitar pukul 01.00 Wib, dimana saat itu keduanya berkenalan di gedung aula kapal Brow Kecamatan Telukbetung Barat, lalu keduanya berpacaran, karena saat itu suasana di lokasi gelap, rekan dari korban telah tidur, terdakwa mengajak saksi korban melakukan hubungan badan.

Perbuatan cabul yang dilakukan terdakwa kembali terulang dua hari setelah kejadian tersebut, dimana saat itu terdakwa mendapat pesan singkat dari Adam dan Tesa rekanya, kedua rekanya mengatakan jika Saksi korban tengah kesepian di rumah mereka.

Sesampai di rumah Adam di sekitaran Kelurahan Gotong Royong, dua rekanya itu langsung masuk kamar, sementara terdakwa dan saksi korban ngobrol di ruang tamu, setelah kedua rekanya keluar dari dalam kamar, terdakwa mengajak korban masuk kedalam kamar saat itu pencabulan kembali terulang.

Seusai keduanya melakukan hubungan badan, tidak disangka keluarga dari korban menjemput korban di rumah itu, lalu terdakwa diantarkan rekanya pulang. Setelah dilakukan visum terhadsp korban di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek, dengan nomor 357/2112.9.A/VII.02/IV/2018, menyatakan jika selaput darah mengalami luka robek baru.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR