KALIANDA (Lampost.co)-- Pelaksana kegiatan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.140 meter di Dusun Sumur Induk desa Sumur kecamatan Ketapang,  kabupaten Lampung Selatan menjelasakan soal tudingan sekelompok warga terkait pekerjaan rabat beton tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB).

Menurut tudingan warga, RAB timbunan pasir untuk pembangunan jalan rabat beton di dusun Sumur Induk setebal 5 cm, namun fakta di lapangan hanya setebal 3 cm. 
“Siapa  bilang di RAB urukan pasir 5 cm. RABnya itu 3 cm. Dan ada yang lebih dari 3 cm,” ucap Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Sutoyo didampingi Bendahara Desa Sumur, kecamatan Ketapang,  Lampung Selatan I Made Bomantara kepada Lampost.co, Jumat (14/9/2018).



Ia menjelaskan pembangunan jalan rabat beton di dusun Sumur Induk sepanjang 1.140 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 0,15 meter itu menyerap anggaran Rp. 657, 1 juta dari Dana Desa tahap II tahun 2018

Sutoyo mengatakan selama ini realisasi dana desa tahap II sudah sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Ia mengaku kaget jika ada warga yang menilai pelaksanaan pekerjaan rabat beton tidak transparan. 

“Iya..kami paham. Ada yang pro dan kontra ama pemerintahan desa. Tapi bicara harus berdasarkan fakta,” pungkasnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR