MENGGALA (Lampost.co) -- Seorang pelajar tewas ditempat setelah sepeda motor yang dikendarainya bersama rekannya menabrak bak belakang mobil dump truk yang tengah berhenti, menunggu konvoi mobil dinas Pemerintah Kabupaten Tulangbawang.

Korban yakni Reza Maulana Syarifudin (16) pelajar warga Kampung Wonorejo, Kecamatan Gedungaji Lama, Tulangbawang. Ia tewas di lokasi kejadian, karena mengalami patah di bagian leher.



Sementara rekannya Iqbal Nurmansyah yang juga warga Kampung Wonorejo, Kecamatan Gedungaji Lama, Tulangbawang hanya mengalami luka ringan dan saat ini tengah mendapatkan perawatan.

Kapolsek Penawartama Iptu Timur Irawan mengatakan, peristiwa kecelakaan lalulintas tersebut terjadi, di Jalan Lintas Rawa Jitu, Dusun Air Merah, Kampung Bogatama, Kecamatan Penawartama, Senin 9 September 2019 sekitar pukul 09.30 WIB.

Kejadian bermula, terang Timur, ketika sepeda motor yang dikendarai kedua korban, diduga melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Rawa Jitu menuju ke arah Simpang Penawar dan langsung menabrak bagian belakang truk.

Di lokasi kejadian yang berdekatan dengan jembatan, terdapat mobil truk yang dikendarai Nawawi (59) warga Kabupaten Lampung Utara tengah berhenti lantaran menunggu konvoi kendaraan dinas pemerintah daerah Kabupaten Tulangbawang.

"Menurut keterangan dari para saksi yang berada di TKP. Kendaraan dump truk tersebut sedang berhenti di dekat jembatan, karena menunggu iringan rombongan kendaraan dinas Bupati Tulangbawang yang melintas menuju ke arah Rawajitu," kata Timur, Selasa 10 September 2019.

Kasus tersebut, kata dia, telah dilimpahkan ke Mapolres Tulangbawang. Sementara dari lokasi kejadian, pihaknya menyita barang bukti sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam milik korban dan mobil dump truck colt diesel warna kuning yang dikendarai Nawawi.

Kasat Lantas Polres Tulangbawang AKP Agustinus Rinto mengaku, belum menetapkan sopir truk maut tersebut sebagai tersangka, lantaran masih dalam proses pemeriksaan.

"Sedang diperiksa diambil keterangannya," ujar dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR