KOTA AGUNG (Lampost.co)--Pekon Talangjawa Kecamatan Pulaupanggung, Tanggamus, merupakan hasil pemekaran dari Pekon Gunungmegang pada 2007 lalu. Dengan  luas wilayah mencapai 2.800 hektare mencakup pemukiman, perkebunan dan persawahan. Talangjawa terbagi menjadi tiga dusun, Dusun I, Dusun II dan Dusun III. Pekon Talangjawa memiliki penduduk 1.058 jiwa mencakup 299 KK dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani kopi. 

Muhaidi, Kepala Pekon Talangjawa, yang baru menjabat dari tahun 2016 mengatakan, pekon yang terbilang masih muda ini sangat membutuhkan pembenahan dari berbagai aspek baik dibidang pembangunan maupun dibidang pemerintahan. Melalui dana desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat  ini sangata bermanfaat bagi kemajuan pekon. Pada tahun 2017 dana desa di gunakan pembangunan infrastruktur demi mempercepat  kemajuan pekonnya. 



Berdasarkan hasil musyawarah pekon, dana desa 2017 senilai Rp1.048.718.135, terbagi menjadi beberapa bidan pembangunan:  Bidang I pemerintahan, Bidang II pembangunan infrastruktur, Bidang III pembinaan masyarakat dan Bidang IV pemberdayaan masyarakat. Dari Bidang II yaitu pembangunan infrastruktur di sepakati  untuk pembangunan drainase di Dusun I dengan panjang 143 meter, drainase di Dusun II dengan panjang 32 meter,drainase di Dusun III dengan panjang 275 meter. Kemudian  rabat beton di Dusun I dengan panjang 100 meter lebar 2,5 meter,rabat beton di Dusun II dengan panjang 100 meter lebar 2,5 meter, irigasi di Dusun I dengan panjang 141 meter, talut penaha tanah (TPT) di Dusun I dengan panjang 50 meter, gorong-gorong plat beton enam titik kegiatan terbagi disetiap dusun, pondasi kantor pekon di Dusun I panjang 56 meter dan paping halaman masjid luas 168 meter persegi. 
Muhaidi menjelaskan dari seluruh kegiatan pembangunan itu merupakan hasil kesepakatan warga yang diperoleh dari musyawarah pekon, beberapa titik kegiatan yang  mdnjadi prioritaskan adalah  drainase dan irigasi. 
Drainase itu, kata Muhaidi, sangat dibutuhkan warga karena sudah bertahun-tahun warga menggunakan lubang galian yang mereka gali dibelakang rumah untuk pembuangan limbah rumah tangga jika terus didiamkan ini sangat berbahaya karena air kotor dapat menimbulkan penyakit,mengikis permukaan tanah dan jika diguyur hujan dapat terjadi longsor karena lokasi pemukiman dikelilingi oleh perbukitan.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR