LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 11 August
14633
Penulis Yon Fisoma
Editor Sri Agustina
LAMPUNG POST | Pekon Pardahaga Gencar Membangun Desa
Pekon Pardahaga, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, gencar membangun dengan memanfaatkan dana desa. (Foto:Lampost/Yon Fisoma)

Pekon Pardahaga Gencar Membangun Desa


KRUI (Lampost.co)--Pekon Pardahaga, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, tahun 2017 menerima dana Rp1,1 miliar yang bersumber dari dana desa, alokasi dana desa, BHP, BKP dan lainnya.
 
Dana tersebut digunakan untuk pembukaan badan jalan penghubung wilayah pemangku satu dan pemangku dua di pekon itu sepanjang 1.240 meter lebar 4 meter dengan anggaran Rp250juta, Rabat beton sepanjang 200 meter lebar 3 meter dengan anggaran Rp150juta di pemangku satu, dan pembangunan talud drainase sepanjang 180 meter di pemangku satu anggaran Rp114 juta. Sedangkan nonfisik digunakan untuk honorer aparat pekon sampai guru ngaji, Bumdes untuk pengadaan tarub, panggung, dan penambahan modal bidang pertanian.

"Pembukaan dan peningkatan jalan memang merupakan prioritas kami dalam upaya menuju masyarakat sejahtera di pekon ini. Pembukaan badan jalan dari wilayah pemangku dua ke pemangku satu yang ada sekarang dapat menjadi jalur evakuasi apalagi wilayah Pesisir Barat dikategorikan rawan bencana alam seperti tsunami," kata Peratin Pekon Pardahaga Kecamatan Lemong, Alamsyah.

Pembukaan badan jalan yang dilaksanakan saat ini sebagai realiasi fisik dana desa tahun 2017 tahap pertama, kata dia, merupakan pembangunan bertahap meneruskan pembukaan badan jalan dijalur yang sama pada tahun 2016 sepanjang 1.900 meter yang juga bersumber dari pendanaan yang sama.

Selain berterima kasih kepada pemerintah yang telah mengucurkan dana pembangunan di pekon itu sehingga aparat dan masyarakat di pekon itu dapat secara bertahap melaksanakan pembangunan secara nyata untuk kemajuan wilayah tersebut, Alamsyah berharap pemerintah dapat merealisasikan pengadaan air bersih untuk masyarakat di wilayah tersebut.

"Kendala kami saat ini yaitu air bersih khususnya untuk air minum dan kebutuhan lain. Selama ini mengandalkan sumur rumah tangga, pekon kami inikan berada di pinggir laut, otomatis air sumurnya mengandung zat kapur yang berbahaya, untuk dikonsumsi harus diendapkan sampai sehari semalam, itu yang masih terjadi sampai saat ini. Sebab itu kami berharap pemerintah dapat membangun pengadaan sarana air bersih (PSAB)," katanya.

Tahun 2016 lalu, petugas dari balai besar pemerintah pusat datang mensurvei lokasi Way Radinkemala, jaraknya sekitar lima kilometer dari pemukiman warga yang rencananya akan menjadi sumber air bersih masyarakat di tiga pekon yang ada yaitu Pekon Pardahaga, Pekon Lemong, dan Pekon Waybatang di Kecamatan Lemong. Tetapi hingga saat ini tidak ada tindak lanjut dan kejelasan , inilah yang membuat maayarakat kecewa dan mempertanyakan hal itu, sebab kami berharap pembangunan ini dapat terealisasi, ujarnya.

LAMPUNG POST

BAGIKAN

TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv