KRUI (Lampost.co) -- Pekon Kerang kecamatan Batubrak Lampung Barat yang dihuni oleh 153 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk mencapai 630 jiwa memiliki luas wilayah 662 ha terus berbenah mengejar ketertinggalan.

Pekon yang dijuluki pekon Pasir Putih karena menjadi salah satu daerah penghasil tambang pasir dari aliran kali Semangka tersebut sejaun ini mensuplai kebutuhan pasir untuk sejumlah di kecamatan di Lampung Barat, mampu mendorong geliat perekonomian warga setempat.



Menurut Peratin Pekon Kerang Aguscik melaui juru tulisnya Hendri Andesto pekon kerang yang baru didirikan beberapa tahun belakangan kondisi fasilitas pendukungnya masih sangat minim. Untuk itu melalui anggaran dana desa, aparat pekon bersama masyarakat berkomitmen memprioritaskan pembangunan fasilitas untuk menunjang pembangunan pekon. "Kami berupaya mengedepankan keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan," kata Hendri, Selasa (16/10/2018).

Di tahun 2018 ini, kata dia, Pekon Kerang melakukan pembangunan sejumlah fasilitas infrastruktur diantaranya pembangunan rabat beton di pemangku 1,2 dan 3. "Juga pembangun drainase di pemangku 3 sepanjang 65 meter dan 24 meter, pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di pemangku 3,satu unit Poskamling  , gorong-gorang dan Gapura. Dan drainase di pemangku 1 dengan ukuran 100 meter menggunakan dana bantuan gerbang desa saburai," jelas dia.

Total Anggaran Pendapatan dan belanja Desa  tahun 2018 mencapai Rp.1.108.157.021 dengan rincian pendapatan yakni Dari Dana Desa sebesar Rp. 696.606.531 , yang di peruntukan bagi beberap bidang kegiatan, yaitu bidang pemerintahan sebesar Rp.323.392.300 ,bidang pembangunan Rp.522.405.000, bidang pembinaan Rp.115.649.992 dan di bidang pemberdayaan sebesar RP.174.201.531 .
"Semua pembangunan yang di lakukan di pekon ini baik yang menggunakan anggaran dana desa atau pun bantuan dari gerbang desa saburai di harapkan bisa mempercepat roda perekonomian dan mensejahterakan masyarakat pekon " tutup Hendri.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR