Lampost.co -- GERAKAN Nasional Perlindungan Pekerja Rentan--GN Lingkaran menunjukkan aktivitasnya yang tumbuh.  Data terbaru di website http://www.gnlingkaran.id/ yang diakses pada Senin (18/12/2017), ada 497.290 pekerja rentan yang terlindungi dan 2.288 donatur yang bergabung.  Mengutip Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, pada laman www.gnlingkaran.id, bahwa GN Lingkaran merupakan program yang dibangun untuk sarana bagi masyarakat atau perusahaan yang ingin menyumbangkan donasi dan membayarkan iuran tenaga kerja mandiri yang tidak mampu untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan agar mendapatkan jaminan kecelakaan kerja serta jaminan kematian dalam bekerja. 
Khusus GN Lingkaran, Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandar Lampung, Azis Muslim menuturkan program GN Lingkaran tahun ini ada beberapa perusahan dan pribadi yang sudah mengikuti program GN Lingkaran sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). "Bank BRI menjadi donatur tahun lalu sementara tahun ini ada beberapa Bank yang akan menyalurkan CSR-nya untuk pekerja rentan," ujar Azis, saat dihubungi Minggu (17/12/2017).
Ia menjelaskan secara umum BPJS Ketenagakerjaan melayani pekerja upah (PU) dan bukan penerima upah (BPU).  PU berupa pekerja di perusahaan, perkebuban dan industri, sementara BPU meliputi petani, nelayan, pedagang bakso, tukang ojek, pemulung sampah dsb. Khusus pekerja rentan, ada beberapa perusahaan yang membayar iuran tersebut. Menurutnya pilihannya sama antara BPU dan PU.  Masa bayar juga mulai dari 1, 3, 6, dan 12 bulan. "Misalnya petani yang penen 4 bulan sekali cara bayarnya tentu berbeda," ujarnya.
Ia menuturkan khusus BPU, hanya bisa mendapat 3 dari 4 program BPJS Ketenagakerjaan. Tiga program tersebut diantaranya jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan kecelakaan kerja. "Kenapa baru bisa 3? karena belum diatur ketentuannya," tambah Azis. 
Untuk data BPU program GN Lingkaran, perusahaan yang akan memberi CSR tersebut bisa melalui database BPU masyarakat sekitar perusahaan ataupun database BPJS Ketenagakerjaan. "Petani dan nelayan bisa jadi prioritas di Lampung mengingat jumlah petani dan nelayan cukup besar," ujarnya.  
Ia menambahkan bila pangkalan ojek memiliki paguyuban juga butuh perlindungan karena beban kerja yang berada di jalan raya.  Saat ini ojek online sudah ada yang bekerja sama dengan premi dibayar melalui dompet digital.  Rata-rata perusahaan membayarkan premi GNLingkaran untuk enam bulan.
Untuk program GN Lingkaran misalnya perusahaan hanya membayar selama enam bulan saja kepada BPU, maka diharapkan BPU bisa melanjutkan pembayaran dibulan ketujuh sampai selanjutnya.
"Program GN Lingkaran ini merupakan bentuk sarana baru bagi perusahaan menyalurkan CSR-nya kepada warga sekitar perusahaan.  Ada bentuk sosial yabg kecil misalnya perlindungan sosial," tuturnya. 
Ia menuturkan pada tahun lalu program BPJS Ketenagakerjaan Pusat ada 60.000 BPU untuk GN Lingkaran. "Data BPU dari Lampung sudah diberikan," tambahnya. 
Sementara itu, GN Lingkaran online bisa dilakukan oleh perorangan ataupun perusahaan melalui situs online http://www.gnlingkaran.id/.  Kemudian perusahaan atau perorangan bisa juga mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.  "Program GN Lingkaran ada aplikasinya sendiri semua orang bisa akses," tuturnya. 
Azis memerinci umumnya GN Lingkaran hanya memuat jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja.  Sementara itu,  khusus jaminan hari tua bisa menjadi pilihan bisa ikut atau tidak. Jaminan hari tua ibi bentuknya seperti tabungan. Ia menjelaskan misalnya penghasilan rata-rata BPU Rp1 juta per bulan, maka premi JHT yang dibayarkan sebesar 2% dari penghasilan per bulan (Rp20 ribu), sementara premi jaminan kematian angkanya konstan yakni Rp6.800 per bulan.  “Bisa jadi Rp36 ribu per bulan sudah termasuk JHT dan jaminan kematian,” ujarnya.
Semakin besar premi perbulan semakin besar pula menerima manfaatnya. Menurut dia, untuk santunan meninggal diluar hubungan kerja karena sakit bisa mendapat santunan sebesar Rp24 juta untuk ahli waris.  “Bila anggota sudah minimum 5 tahun bisa mendapat tambahan beasiswa Rp12 juta untuk anak sekolah,” ujarnya.
Menurut dia, premi di Indonesia cukup kecil dibanding di luar negeri.  Negara maju sudah menganggap karyawan atau pekerja adalah aset yang harus dijaga dan dilindungi. Angka premi bisa 2 digit (10%), sehingga kesejahteraan di hari tua menjadi perhatian perusahaan kepada pekerja, dampaknya produktivitas kerja makin meningkat.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR