JAKARTA (Lampost.co) -- KETUA DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik menyebut nama calon wakil gubernur yang diusung DPD Gerindra akan diputuskan pada pekan depan. Sejauh ini, masih nama Taufik yang rencananya akan diusulkan.

Kepastian cawagub akan diputuskan melalui rapat pleno yang dilanjutkan dengan rapat pimpinan DPD Partai Gerindra.



“Minggu depan Gerindra DKI akan rapat pleno kemudian dilanjutkan rapim, di situ diputuskan,” kata Taufik saat ditemui di kawasan Monas, Minggu (9/9).

Menurut dia, sejauh ini namanya lah yang akan diusulkan oleh Gerindra.

“Insya Allah enggak berubah (nama calon yang diusulkan), kalau Gerindra ya,” tambahnya.

Selain digadang kuat menjadi cawagub, Taufik juga tengah mengupayakan agar dirinya lolos sebagai calon legislatif pada pemilihan legislatif mendatang. Taufik yang merupakan mantan narapidana kasus korupsi menggugat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI ke Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilihan Umum (DKPP) pada Jumat (7/9) lalu.

Selain itu, Taufik juga mengajukan uji materi ke Mahkamah Agung soal Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 yang melarang mantan narapidana kasus korupsi, narkoba, dan kejahatan seksual untuk nyaleg.

Saat diminta memilih menjadi caleg atau wakil gubernur, Taufik hanya tersenym. Yang jelas, imbuh Taufik, hanya memilih salah satu saja.

“Ya pasti enggak mungkin dua-duanya. Salah satu. Wagub kan saya dicalonkan oleh partai ya saya ikuti aja. Keputusan partai saya ikuti," tuturnya.

Posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga saat ini masih kosong setelah Sandiaga Uno mengundurkan diri. Pemprov DKI pun masih menunggu Keputusan Presiden yang menyatakan pengunduran diri Sandiaga.

Pengganti Sandiaga nantinya akan dipilih di DPRD. Dua partai pengusung Anies-Sandi, Gerindra dan PKS akan mengusulkan masing-masing satu nama cawagub. Anggota dewan pun akan memilih satu dari nama tersebut melalui pengambilan suara.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR