BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Subdit IV Remaja, Anak, dan Wanita, Ditreskrimum Polda Lampung terus melanjutkan proses penyidikan, terhadap perkara dugaan Asusila, dengan pelapor EF, Mahasiswi UIN Raden Intan, atas dosennya sendiri berinisal SH. 
 
Polda Lampung telah memeriksa seluruh saksi dari 14 orang yang diperiksa. Saksi yang diperiksa terakhir ditingkatan sidik yakni, SH selaku terlapor. Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada perkara tersebut sudah dikirimkan ke kejaksaan tinggi Lampung. 
 
"SH sudah diperiksa Kamis kemarin , ada sekitar 3 jam seputar perkara itu kita tanya, teknis tak bisa dipaparkan," ujar Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP I Ketut Seregi, Jumat (15/3/2019). 
 
Status SH akan bergantung pada hasil gelar perkara ditingkat sidik, yang akan segera digelar.  "Senin rencananya, akan segera saya ajukan ke pimpinan, untuk digelar secepatnya," katanya. 
 
Disinggung apakah, SH akan berstatus tersangka, Ketut tak bisa mengambil kesimpulan dini dan mengedepankan asas praduga tak bersalah. 
 
"Soal itu, lihat alat bukti nanti cukup apa enggak di gelar perkara," katanya. 
 
Diberitakan sebelumnya, Subdit IV Remaja, Anak, dan wanita (Renakta), Ditreskrimum Polda Lampung menangani perkara dugaan asusila, dengan terlapor oknum dosen UIN Raden Intan Lampung SH, dengan pelapor EF, mahasiswi kampus tersebut. Kejadian tersebut berlangsung pada (21/12/2018).
 
Dosen tersebut dilaporkan ke Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung. SH dilaporkan dengan nomor LP/B-1973/XII/2018/LPG/SPKT, Polda Lampung. 
 
 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR