BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Ketua IHGMA Budi Rahman mengatakan musibah tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Desember 2018 berdampak besar bagi sektor pariwisata Lampung. Ini ditunjukkan dari menurunnya tingkat kunjungan wisatawan ke provinsi gerbang Sumatera tersebut. Kondisi itu turut berpengaruh terhadap penginapan hunian hotel.

"Hunian kamar dalam dua bulan terakhir hanya 15-20%, karena wisatawan yang menurun pesat. Untuk mengembalikan geliat pariwisata itu, IHGMA pun menggelar Lampung Hotel Great Sale hingga 31 Mei yang memberikan diskon hingga 70%," kata Budi di Car Free Day (CFD) Tugu Adipura, Minggu (17/2/2019).



Hotel Great Sale itu diharapkan dapat memulihkan dan menggeliatkan pariwisata. Sehingga, wisatawan mengetahui situasi destinasi wisata Lampung sudah nyaman dan keren untuk dikunjungi. "Dengan begitu, pariwisata bergariah dan tingkat kunjungan kembali meningkat," ujar dia.

Menurutnya, selain program yang diikuti 20 hotel ternama di Lampung, pihaknya pun mengadakan Lampung Food Festival. Kegiatan yang menampilkan berbagai kuliner khas Lampung dengan olahan chef profesional. Pengunjung car free day cukup membayar Rp5.000 untuk menikmati masakan buatan juru masak hotel berbintang.

Dalam waktu singkat, kuliner, seperti mi balak dan gulai taboh dari Novotel, mi tek-tek Pesawaran dari Hotel Emersia, dan banana chees olahan chef Swiss-Belhotel yang berjejer di sepanjang Jalan A Yani itu pun langsung diserbu ribuan masyarakat. "Hasil dari food festival ini kami sumbangkan untuk korban tsunami. Kami juga menyerahkan 10 unit kotak sampah untuk Taman Gajah," katanya.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR