Jakarta (Lampost.co): Pimpinan dan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta banyak bicara mengenai polemik nasib KPK. Terkhusus, soal revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

“Yang mengeluarkan informasi keluar hanya pimpinan saja," kata Agus di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 16 September 2019.



Menurut Agus, lebih baik pegawai menjaga diri. Jangan sampai informasi justru malah mengganggu soliditas di tubuh KPK.

Agus didampingi tiga Wakil Ketua KPK, yakni Basaria Panjaitan, Alexander Marwata dan Laode M Syarif melantik dua pejabat internal, Cahya Harefa, sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen), dan Fitroh Rohcahyanto sebagai Direktur Penuntutan.

Agus meminta kedua pejabat baru tersebut dapat melaksanakan tugas dengan baik. Terpenting, bertanggung jawab dengan jabatannya di hadapan Tuhan dan publik.

“Saya juga ingin berpesan kepada pejabat yang sudah dipercaya menduduki jabatan sekjen ini yang betul-betul menentukan baik, buruk pengelolaan banyak hal sebagai supporting system untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang lebih transparan,” kata Agus.

Di sisi lain, Agus menegaskan tak pernah mundur sebagai pimpinan. Dia hanya menunggu arahan dari Presiden Joko Widodo terkait nasib pemberantasan korupsi ke depan.

“Kita tetap bekerja seperti biasa. Kita menunggu saja. Seperti hari ini kita masih melantik,” ujar Agus.

KPK juga telah melayangkan surat ke DPR. Pimpinan KPK meminta dilibatkan dalam pembahasan revisi Undang-Undang KPK.

“Supaya kita tahu draf sesungguhnya itu seperti apa isinya. Itu saja. Kalau bisa jangan buru-buru supaya ada pembahasan yang lebih matang, lebih baik, dan lebih banyak melibatkan para pihak,” pungkas Agus.

EDITOR

Sjaichul Anwar

TAGS


KOMENTAR