BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperluas jaringan pelayanan tanpa kantornya ditengah perkembangan era digital. Sistem BRI Link menjadi produk keagenan itu sebagai penerapan digital banking. Dalam sebarannya, layanan tersebut terdapat di wilayah pedesaan menjadi kawasan yang dominan dibandingkan daerah perkotaan.

Wakil Kepala Bagian Brilink BRI Wilayah Bandar Lampung, Aditya Endrita Putra menjelaskan Brilink merupakan satu kerja sama keagenan dengan nasabah utamanya nasabah eksisting simpanan dan pinjaman. Program tersebut memberdayakan masyarakat dengan menguntungkan agen. Namun, disisi lain transaksi perbankan tetap tumbuh.



"Jaringan keagenan ini salah satu bentuk perluasan pelayanan tanpa harus membentuk kantor baru. Prinsipnya keagenan dengan kriteria dan target tertentu. Nanti kami evaluasi setiap 6 bulan sekali. Dengan begitu kami tidak dibebani investasi yang tinggi dalam pembukaan kantor. Tapi, justru jaringan terus meluas," kata Adit kepada Lampung Post, Senin (18/3/2019).

Menurutnya, hingga Desember lalu agen Brilink Lampung-Bengkulu mencapai 14.500. Dimana pelaku pengguna mesin EDC mencapai sekitar 6.000 dan agen mobile sebanyak lebih dari 8.000 agen. "Untuk sebarannya dominan terdapat dipedesaan dibanding perkotaan. Dimana, 60% ada di Lampung dan 40% tersebar di Bengkulu. Untuk 2019, targetnya tumbuh 16.800 agen," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR